Malaysia Terus Buru 3 Terduga Anggota Sel ISIS Termasuk 1 WNI

Kuala Lumpur – Kepolisian Malaysia terus memburu tiga terduga anggota sel Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merencanakan pembunuhan tokoh penting dan serangan skala besar terhadap tempat ibadah non-Muslim. Dari tiga orang yang diburu, salah satunya merupakan seorang warga negara Indonesia (WNI).

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Rabu (15/5/2019), Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Abdul Hamid Bador, menyatakan keyakinan pihaknya bahwa ketiga orang yang diburu itu masih berada di wilayah Malaysia.

“Kami masih melacak mereka,” sebut Abdul Hamid dalam pernyataan terbaru di markas Kepolisian Malaysia di Bukit Aman.

“Pihak-pihak yang memiliki informasi soal keberadaan mereka diimbau untuk melaporkannya kepada polisi,” imbuhnya.
Identitas tiga terduga anggota sel ISIS yang tengah diburu polisi Malaysia telah diungkap identitasnya.

Ketiganya disebut bernama Syazani Mahzan (21) dan Muhammad Nuurul Amin Azizan (27) yang merupakan warga negara Malaysia dan berasal dari Bedong, Kedah, juga Fatir Tir yang seorang WNI dan terakhir kali diketahui tinggal di Banting, Selangor

Kepolisian Malaysia menyebut bahwa tiga orang itu diburu untuk membantu penyelidikan terhadap empat tersangka anggota sel ‘kawanan serigala’ terkait ISIS yang ditangkap dalam penggerebekan di Kuala Lumpur dan Terengganu pada 5-7 Mei. Terdapat satu WNI berusia 49 tahun di antara empat tersangka yang ditangkap.

Keempat tersangka itu dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat Ramadhan. “Mereka berencana merencanakan rencana mereka pada minggu pertama Ramadhan untuk ‘membalas’ kematian Muhammad Adib,” sebut Abdul Hamid dalam konferensi pers pada Senin (13/5) lalu.

Muhammad Adib merupakan seorang petugas pemadam kebakaran Malaysia yang tewas setelah dipukuli secara brutal dalam saat kerusuhan rasial di sebuah kuil Hindu pada November 2018. Kematian Muhammad Adib masih terus diselidiki otoritas Malaysia.

Selain merencanakan serangan teror, para tersangka terkait ISIS itu juga berencana membunuh tokoh penting atau target VIP yang dianggap gagal ‘melindungi kesucian Islam’. Target VIP yang dimaksud tidak disebut lebih lanjut oleh polisi Malaysia.

(nvc/ita)