Malaysia Selidiki Aksi Brutal Sekelompok Pria Pukuli Buaya dengan Palu

Kuala Lumpur – Aksi sekelompok pria memukuli secara brutal seekor buaya yang terjerat jaring, memancing kemarahan publik Malaysia. Penyelidikan tengah dilakukan otoritas Malaysia terhadap aksi brutal yang videonya beredar luas di media sosial ini.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (8/3/2019), dilihat dari video dan foto yang beredar, aksi brutal itu diduga terjadi di kawasan Batu Satu Miri yang ada di Sarawak, Malaysia.

The Star menyatakan pihaknya menerima rekaman video aksi brutal itu dari dua sumber berbeda dan telah meneruskannya ke sejumlah pejabat senior Korporasi Kehutanan Sarawak (SFC).


Dalam tanggapannya, General Manager SFC, Oswald Bracken, menyatakan dirinya telah mengarahkan Tim Cepat Tanggap Satwa Liar untuk melakukan penyelidikan.

“Kami telah mengirimkan tim penindakan kami ke lapangan di Miri untuk memeriksa detailnya seperti yang terlihat dalam video,” ujar Bracken. “Kami ingin mengidentifikasi lokasi pastinya,” imbuhnya.

Video tersebut menunjukkan sejumlah pria memukuli kepala seekor buaya yang terjerat jaring. Dalam aksinya, pria-pria itu menggunakan tongkat dan palu. Terlihat dalam video itu bahwa si buaya memutar-mutar badannya dalam upaya membebaskan diri dari jeratan.

Beberapa pria dalam video itu terlihat memakai helm pelindung dan sepatu boots yang biasa dipakai para pekerja. Mereka terdengar berbicara dengan bahasa Melayu.

Ketua Komunitas Alam Malaysia untuk wilayah Miri, Musa Musbah, aksi brutal semacam itu sungguh tidak diperlukan. “Buaya itu sudah terjerat jaring. Pria-pria ini bisa melaporkannya kepada otoritas setempat, seperti polisi atau dinas kehutanan atau dinas perikanan untuk menangani buaya itu,” ujarnya.

“Apa yang mereka lakukan masuk ranah kekejaman terhadap binatang dan mereka harus ditangkap dan dihukum,” tegas Musa.

(nvc/dhn)