Mahathir: Israel Negara Kriminal dan Pantas Untuk Dikecam

Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, menyebut Israel sebagai negara kriminal yang pantas dikecam. Hal ini disampaikan setelah dia dikritik karena melarang dua atlet Israel ikut kejuaraan renang untuk atlet penyandang disabilitas yang akan digelar di Malaysia pada Juli-Agustus mendatang.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan media lokal, The Star, Selasa (29/1/2019), komentar keras itu disampaikan Mahathir dalam tulisannya berjudul ‘A Genocidal State‘ yang diposting ke blog resmi miliknya pada Senin (28/1) kemarin. Tulisan Mahathir itu berisi 19 poin soal kecaman untuk Israel dan alasan mengapa Malaysia memperlakukan Israel berbeda dengan negara lain.

“Saya meminta kepada siapa saja yang bersimpati dengan isu Palestina untuk menyuarakan kecaman mereka. Terorisme bukan jawaban. Sebuah strategi yang tepat diperlukan untuk memberikan keadilan bagi rakyat Palestina,” tegas Mahathir dalam tulisannya tersebut.


Mahathir mengatakan, seluruh dunia bisa melihat ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina, namun Israel sama sekali tidak dikritik oleh orang-orang yang disebut Mahathir banyak berbicara soal kebebasan dari penindasan dan penegakan hukum.

“Israel tampaknya mendapat keistimewaan. Jika siapapun mengkritik Israel atau holocaust, dia dengan cepat dijuluki anti-Semit. Implikasinya adalah dia tidak manusiawi atau tidak bermoral. Tapi aksi tidak manusiawi secara terang-terangan yang dilakukan Israel tidak dikecam,” sebutnya.

Lebih lanjut, Mahathir menegaskan bahwa Malaysia bukan negara anti-Yahudi atau anti-Semit. “Warga Arab juga orang Semit. Tapi kita memiliki hak untuk mengecam perilaku tidak berperikemanusiaan dan perilaku menindas di mana saja, oleh siapa saja. Kita telah mengecam Myanmar atas perlakukan mereka terhadap Rohingya. Kita telah mengkritik banyak negara dan banyak orang atas tindakan tidak berperikemanusiaan,” tegas Mahathir.

“Banyak orang dan banyak negara telah mengecam kita. Tapi kita tidak pernah menjuluki atau pernahkah kita menjuluki orang-orang yang bicara seperti itu, karena itu persoalan hak di dunia yang bebas,” imbuhnya.

Komisi Paralimpiade Internasional telah mencabut hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Difabel Dunia 2019 yang dijadwalkan pada 29 Juli hingga 4 Agustus mendatang di Kuching, setelah Malaysia melarang atlet-atlet Israel ikut serta.

“Malaysia melarang dua atlet Israel — Amerika Serikat melarang warga negara dari lima negara mayoritas muslim dan berencana membangun tembok terhadap warga Amerika Selatan. Hungaria, Polandia dan Republik Ceko melarang pengungsi. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyebut pengungsi Suriah sebagai ‘muslim penyerbu’,” tulis Mahathir menjelaskan.

“Israel adalah sebuah negara kriminal dan pantas untuk dikecam,” tegas Mahathir dalam tulisannya.

“Kita menyadari kuatnya dukungan untuk Israel. Kita tidak bisa bertindak melawan Israel selain menolak untuk mengakuinya. Kita menegaskan bahwa kita memiliki hak untuk melarang warga Israel dari negara kita. Ketika dunia mengecam kita karena ini, kita punya hak untuk mengatakan bahwa dunia munafik. Omongan mereka soal HAM dan penegakan hukum hanyalah kata-kata kosong,” imbuh PM tertua di dunia ini.

(nvc/ita)