Lima Anak Tewas Akibat Pertempuran di Hodeida Yaman

Dubai – Lima orang anak tewas akibat pertempuran di Provinsi Hodeida, Yaman. UNICEF menyebut kelima anak itu tewas saat sedang bermain di rumah.

Dilansir dari AFP, Senin (4/3/2019), peristiwa itu terjadi pada Kamis lalu. UNICEF tak menjelaskan detail peristiwa tersebut.

“Setiap hari, delapan anak tewas atau terluka di 31 zona konflik aktif di negara itu,” kata direktur eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam sebuah pernyataan.

Petugas medis di distrik Tuhayta, selatan Hodeida, menyatakan kelima jenazah anak yang tewas tersebut sudah dievakuasi ke sebuah rumah sakit. Korban luka akibat pertempuran tersebut juga sudah dibawa ke rumah sakit di distrik Khokha yang dikuasai pemerintah.

Provinsi Hodeida di Laut Merah menjadi temap pertempuran paling sengit dalam perang Yaman yang telah mereda sejak pemerintah dan pemberontak Houthi sepakat untuk gencatan senjata di daerah itu pada Desember.

Kelompok Houthi yang didukung Iran telah memerangi pemerintah dan sekutunya dalam koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sekitar empat tahun. Hodeida, yang dipegang oleh pemberontak sejak 2014, telah menjadi saksi bentrokan yang terputus-putus antara pasukan Houthi dan pro-pemerintah sejak gencatan senjata diberlakukan.

WHO menyebut sekitar 10.000 orang yang kebanyakan warga sipil telah terbunuh dan lebih dari 60.000 lainnya terluka. Kelompok HAM mengatakan angka sebenarnya bisa lima kali lebih tinggi.

Konflik telah memicu apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 10 juta orang berisiko kelaparan. PBB menyatkaan lebih dari 24 juta orang Yaman sekarang bergantung pada beberapa bentuk bantuan untuk bertahan hidup.
(haf/haf)