Ledakan Bom di Lyon Lukai 13 Orang, Polisi Buru Satu Tersangka

Paris – Kepolisian Prancis tengah memburu satu tersangka terkait ledakan bom di jalur pedestrian yang ada di jantung kota Lyon. Sejauh ini, korban luka akibat ledakan ini bertambah menjadi 13 orang.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/5/2019), Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut ledakan yang mengguncang pada Jumat (24/5) waktu setempat itu sebagai ‘sebuah serangan’. Macron mengirimkan Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner untuk meninjau langsung lokasi ledakan di Lyon.

Secara terpisah, Menteri Kehakiman Nicole Belloubet menuturkan kepada televisi lokal BFM bahwa masih terlalu cepat untuk menyebut ledakan itu sebagai ‘aksi terorisme’. Otoritas setempat menyebut ledakan itu berasal dari sebuah paket yang berisi serpihan logam.


Namun diketahui bahwa kantor jaksa Paris sedang menyelidiki ledakan bom ini sebagai dugaan ‘konspirasi terorisme’.
Sejauh ini belum ada laporan korban tewas akibat ledakan ini. Otoritas setempat menyebut jumlah korban luka bertambah menjadi 13 orang, dengan 11 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit setempat. Luka-luka yang dialami para korban disebut tidak membahayakan nyawa mereka.

Para korban luka dilaporkan terdiri atas delapan wanita, empat pria dan satu bocah perempuan berusia 10 tahun.

Kepolisian setempat menyatakan tengah memburu satu tersangka terkait ledakan bom. Tersangka diidentifikasi sebagai seorang pria yang diyakini berusia 30-an tahun, yang terekam kamera keamanan atau CCTV di area ledakan saat sedang menaiki sebuah sepeda gunung sesaat sebelum ledakan terjadi.

Petugas forensik menyisir lokasi ledakan bom di LyonPetugas forensik menyisir lokasi ledakan bom di Lyon Foto: REUTERS/Emmanuel Foudrot

Potongan gambar pria yang sedang diburu polisi itu telah disebar melalui media sosial. Dalam gambar itu, pria tersebut tampak memakai celana pendek warna terang dan baju atasan lengan panjang warna gelap. Kepolisian Prancis menyebut pria yang sedang diburu itu sebagai sosok ‘berbahaya’.

Seorang sumber kepolisian setempat menyebut ledakan itu berasal dari sebuah paket yang berisi ‘sekrup dan baut’.

Paket itu diletakkan di depan sebuah toko roti yang ada di dekat perempatan yang menghubungkan dua ruas jalanan ramai di Lyon pada Jumat (24/5) sore sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Setelah ledakan terjadi, area tersebut langsung dikosongkan dan diblokir dari publik.

“Saya sedang bekerja, melayani pembeli, dan tiba-tiba ada ledakan besar. Kami pikir itu ada kaitannya dengan pengerjaan renovasi. Tapi faktanya itu dipicu sebuah paket yang ditinggalkan begitu saja,” tutur Omar Ghezza yang bekerja di toko roti setempat.

Lyon merupakan kota terbesar ketiga di Prancis, yang memiliki total populasi 2,3 juta jiwa. Insiden ledakan paket bom sebelumnya terjadi pada Desember 2007 di Prancis. Saat itu, sebuah ledakan bom mengguncang bagian depan sebuah kantor hukum di Paris dan menewaskan satu orang serta melukai satu orang lainnya. Hingga kini, kepolisian tidak pernah menemukan pelaku yang membawa paket bom itu.

(nvc/fdn)