Kotak Hitam Pesawat Ethiopian Airlines Ditemukan

Addis Ababa – Para penyelidik telah menemukan dua peranti kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di pinggiran Addis Abba, Ethiopia.

Penemuan tersebut diumumkan oleh pihak maskapai Ethiopian Airlines hari ini.

“Digital Flight Data Recorder (DFDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari ET302 telah ditemukan,” demikian diumumkan maskapai tersebut dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/3/2019).


Seperti diketahui, dalam setiap pesawat ada dua peranti kotak hitam: FDR (Digital Flight Data Recorder) atau perekam data penerbangan dan CVR (Cockpit Voice Recorder) atau perekam percakapan pilot.

FDR mencatat informasi 88 parameter penerbangan, mulai dari kompas, arah, ketinggian, hingga kecepatan pesawat di udara, dan sebagainya, yang bersifat teknis. Apa yang terjadi selama penerbangan dalam kurun 25 jam terakhir akan direkam oleh alat ini.

Adapun CVR merekam seluruh pembicaraan yang dalam kokpit. CVR tidak hanya merekam percakapan pilot dan kopilot, namun juga beragam suara yang bisa merupakan petunjuk penting, seperti suara mesin, suara alarm, bahkan suara kursi yang digeser jika awak kabin bergerak.

Perusahaan pembuat kotak hitam asal Amerika Serikat, Honeywell, mengatakan rekaman yang tercatat disetel untuk hanya berdurasi dua jam dari posisi terakhir pesawat.

Pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737 MAX 8 yang membawa 157 penumpang dan awak, jatuh saat mengudara ke Nairobi, Kenya pada Minggu (11/3) waktu setempat. Pesawat dilaporkan jatuh hanya sekitar enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa. Otoritas Ethiopia telah menyatakan tidak ada yang selamat dalam insiden mengenaskan itu. Disebutkan juga bahwa para korban tewas berasal dari 35 negara.

Penyebab jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ini belum sepenuhnya jelas. Namun pihak Ethiopian Airlines menyatakan pilot sempat melaporkan adanya masalah dan meminta izin untuk terbang kembali ke Addis Ababa.

Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu baru saja diantarkan ke Ethiopian Airlines pada 15 November 2018. Pesawat itu diklaim telah menjalani ‘pemeriksaan awal yang teliti’ pada 4 Februari lalu. Ethiopian Airlines menyatakan bahwa pilot yang bertugas adalah Kapten Senior Yared Getachew dengan ‘performa terpuji’ dan telah mengantongi 8.000 jam terbang. Sedangkan kopilot adalah Ahmed Nur Mohammod Nur dengan 200 jam terbang.

Pesawat yang jatuh di Addis Ababa itu memiliki tipe yang sama dengan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada Oktober 2018 sesaat usai lepas landas dari Jakarta. Sedikitnya 189 orang tewas dalam tragedi itu.

(ita/ita)