Korut Minta Menlu AS Dikeluarkan dari Perundingan Nuklir

PyongyangKorea Utara (Korut) dilaporkan menuntut agar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dikeluarkan dari perundingan nuklir antara Korut dan AS. Disebutkan Korut bahwa Pompeo malah mengalihkan fokus diskusi soal denuklirisasi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/4/2019), tuntutan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Departemen Urusan Amerika dalam Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jong-Gun, melalui kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Dalam pernyataannya, Kwon menyebut Pompeo ‘sembrono’ dan tidak dewasa.

“Saya takut jika Pompeo terlibat dalam perundingan lagi, meja perundingan akan jadi buruk sekali lagi dan pembicaraan akan menjadi kusut,” sebut Kwon dalam pernyataan melalui KCNA.

“Oleh karena itu, dalam kasus kemungkinan dimulainya kembali dialog dengan AS, saya harap mitra dialog kita bukanlah Pompeo tapi… orang lain yang lebih berhati-hati dan lebih dewasa dalam berkomunikasi dengan kita,” imbuhnya.
Ini bukan momen pertama Korut melontarkan kritikan soal Pompeo. Saat Pompeo bertemu para pejabat Korut di Pyongyang pada Juli tahun lalu, dia dikecam karena desakannya yang disebut ‘mirip gangster’ saat membujuk Korut melakukan perlucutan sepihak.

Kwon, yang oleh KCNA disebut menjawab pertanyaan salah satu wartawan setempat, menyatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-Un telah memperjelas bahwa sikap AS harus diubah. Menurut Kwon, Pompeo dianggap menghalangi untuk dilanjutkannya perundingan nuklir antara Korut dan AS.

“Kita tidak bisa menebak motif tersembunyi Pompeo di balik sikapnya yang suka membanggakan diri sendiri dalam pernyataan-pernyataannya yang sembrono; apakah dia sungguh tidak mampu memahami kata-kata dengan tepat atau dia hanya berpura-pura karena ada maksud tertentu,” sebut Kwon.

“AS tidak bisa memaksa kita sedikitpun dengan cara berpikirnya saat ini. Dalam kunjungan sebelumnya ke Pyongyang, Pompeo diperbolehkan melakukan audiensi dengan Pemimpin Komisi Urusan Negara (Kim Jong-Un) untuk beberapa kali dan memohon denuklirisasi,” imbuhnya.

“Namun, setelah saling duduk bersama, dia (Pompeo-red) melontarkan pernyataan-pernyataan sembrono yang melukai martabat pemimpin tertinggi kita saat sidang Kongres pekan lalu, yang dengan sendirinya telah mengungkapkan karakter jahatnya (Pompeo-red),” ujar Kwon merujuk pada sidang Majelis Tertinggi Rakyat Korut.

Diketahui bahwa pekan lalu di hadapan komisi Senat AS, Pompeo ditanya apakah dia sepakat dengan karakterisasi Kim Jong-Un sebagai seorang ‘tiran’. “Tentu. Saya tentu telah menyatakan itu,” jawab Pompeo saat itu.

Korut selama ini bereaksi keras terhadap setiap hal yang dipandang menjadi serangan pribadi untuk Kim Jong-Un yang sangat dipuja oleh rakyatnya. Sejak awal mencairnya hubungan dengan AS, Korut lebih senang untuk langsung berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump, yang oleh para pengkritik dikhawatirkan terlalu lunak pada rezim komunis itu dan tidak paham benar soal diplomasi.

Tuntutan Korut soal Pompeo ini disampaikan beberapa jam setelah KCNA mengumumkan uji coba senjata taktis jenis baru, yang diklaim memiliki ‘hulu ledak sangat kuat’. Kim Jong-Un dilaporkan memantau langsung uji coba tersebut.

(nvc/dhn)