Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Afghanistan Jadi 59 Orang

Kabul – Korban tewas akibat banjir bandang yang disertai hujan deras dan salju lebat di Afghanistan bertambah menjadi 59 orang. Ribuan orang lainnya terpaksa kehilangan rumah akibat bencana alam ini.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/3/2019), seorang pejabat Afghanistan menyebut wilayah Helmand dan Kandahar menjadi yang terkena dampak paling parah.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Afghanistan (ANDMA) menyebutkan bahwa sekitar 5 ribu orang di Kandahar kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang ini. Secara terpisah, badan pemulihan PBB menyatakan sedikitnya 15.300 orang di provinsi tersebut terkena dampak cuaca buruk ini.


Juru bicara ANDMA, Hasmat Khan Bahaduri, menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih bisa bertambah karena beberapa provinsi yang terkena dampak masih melakukan penaksiran. Besaran kerusakan yang terjadi, sebut Bahaduri, juga belum bisa diperkirakan secara pasti.

“Kami memiliki laporan bahwa 59 orang tewas, 143 orang luka-luka dan banyak orang yang masih hilang,” sebut Bahaduri dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan terpisah, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut banjir bandang yang menerjang Afghanistan telah membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal, kekurangan makanan dan pakaian.

Di sisi lain, otoritas setempat menyebut bahwa hujan deras yang terus mengguyur bisa menguntungkan para petani setempat, karena tahun lalu mereka gagal panen akibat kekeringan parah.

(nvc/rna)