Kontroversi di Balik Mundurnya Jubir Gedung Putih

Washington DCSarah Sanders mundur dari jabatannya, juru bicara Gedung Putih Amerika Serikat (AS). Ada kontroversi di balik mundurnya prajurit Donald Trump yang paling loyal ini.

Presiden Trump mengumumkan pengunduran diri Sanders lewat Twitter, Jumat (14/6/2019). Trump menyebut Sanders akan kembali ke kampungnya.

“Setelah 3,5 tahun, Sarah Huckabee Sanders kita yang luar biasa akan meninggalkan Gedung Putih pada pengujung bulan ini dan akan pulang ke Negara Bagian Arkansas….,” demikian cuit Trump.


Jadi Sanders akan mudik? Disinyalir, mudiknya ini bukan mudik biasa. Berikut kontroversi-kontroversi di balik mundurnya Sanders:

1. Mau jadi cagub?

Gosip beredar, Sanders mundur dari jabatannya di Gedung Putih dan memilih pulang kampung karena dia mau menjadi calon gubernur. Sanders bukan anak orang biasa di tempat asalnya.

Ayah Sanders, Mike Huckabee, diketahui merupakan mantan Gubernur Arkansas dari Partai Republik. Hal ini menjadikan Sanders bagaikan anggota kehormatan Partai Republik.

Dilansir AFP dan CNN, dalam percakapan privat beberapa pekan terakhir, seperti diungkapkan dua sumber, Sanders diisukan akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Arkansas. Sanders disebut telah memberitahu kolega-kolega dan teman-temannya bahwa dia menganggap mencalonkan diri akan menjadi langkah baik baginya.

2. Ngambek karena tak disukai wartawan?

Pekerjaan sebagai juru bicara adalah pekerjaan yang mengharuskan kedekatan dengan wartawan. Namun Sanders Memiliki ‘hubungan pahit’ dengan para wartawan. Dia diketahui mempersingkat press briefing on-camera harian yang biasanya digelar di Gedung Putih, sebelum akhirnya meniadakannya sama sekali.

Kontroversi di Balik Mundurnya Jubir Gedung PutihJuru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders (Photo by SAUL LOEB/AFP)

Terakhir kalinya Sanders memberikan briefing kepada wartawan di Gedung Putih pada 11 Maret lalu dan sesi itu hanya berlangsung selama 14 menit. Beberapa waktu terakhir, Sanders lebih memilih berkomunikasi melalui wawancara dengan jaringan televisi kegemaran Trump, Fox News.
Diketahui bahwa konferensi pers harian yang digelar secara on-camera di Gedung Putih menjadi format yang diterapkan presiden-presiden AS sebelumnya untuk memberikan informasi kepada wartawan. Namun Trump dan Sanders akhirnya memutuskan bahwa bukanlah kepentingan mereka untuk memberikan level transparansi yang sama seperti pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Pada Januari lalu, Trump via Twitter memberikan komentar soal keputusan Sanders ‘mematikan’ briefing pers harian di Gedung Putih. Seolah-olah, Sanders ngambek karena mendapat perlakuan yang tak menyenangkan di pemberitaan. “Alasan Sarah Sanders tidak lagi naik ‘podium’ adalah karena pers meliputnya secara kasar dan tidak akurat, khususnya anggota pers tertentu. Saya memberitahunya untuk tidak mempedulikannya, kata-katanya sudah dilontarkan!” demikian komentar Trump saat itu.

3. Bohong ke wartawan?

Sanders punya reputasi menyesatkan wartawan. Dia tercatat pernah berbohong dan menyatakan itu karena dia keseleo lidah. Laporan jaksa khusus AS, Robert Mueller, menyebut Sanders berbohong ke wartawan pada 2017. Sanders pada suatu kesempatan menyatakan bahwa agen-agen FBI yang ‘tak terhitung’ jumlah telah memberitahunya bahwa mereka bersyukur Trump memecat James Comey dari jabatan Direktur FBI.

Diketahui Comey dipecat Trump pada Mei 2017, saat dia memimpin penyelidikan dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia dalam pilpres 2016. Ternyata keterangan Sanders cuma bohong belaka.

(dnu/jbr)