Kirim Tentara dan Perlengkapan Militer ke Venezuela, Ini Kata Rusia

MoskowRusia membela keputusannya untuk mengirimkan personel militer ke Venezuela. Ditegaskan Rusia bahwa langkah semacam itu sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku di Venezuela.

Langkah Rusia itu menuai teguran keras dari Amerika Serikat (AS). Diketahui bahwa AS dan Rusia terlibat pertikaian terkait krisis politik di Venezuela, terutama setelah akhir pekan lalu pesawat-pesawat militer Rusia yang dilaporkan membawa 100 tentara dan 35 ton perlengkapan militer mendarat di bandara Caracas, Venezuela.

Rusia menegaskan bahwa keputusannya mengirimkan personel militer ke Venezuela itu bertujuan mendukung rezim Presiden Nicolas Maduro.


Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menuduh AS berupaya ‘merancang kudeta’ di negara produsen minyak itu. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memperingatkan bahwa AS tidak akan ‘berdiam diri saat Rusia memperburuk ketegangan’.

Seperti dilansir AFP, Rabu (27/3/2019), juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh AS sengaja melontarkan ‘retorika agresif’ soal Venezuela.

“Rusia sedang mengembangkan kerja sama dengan Venezuela yang secara ketat mematuhi konstitusi negara tersebut dan dengan rasa hormat penuh terhadap norma-norma hukumnya,” tegas Zakharova.

“Kehadiran para spesialis Rusia di wilayah Venezuela diatur oleh sebuah kesepakatan antara pemerintah Rusia dan Venezuela soal kerja sama militer dan teknis yang ditandatangani pada Mei 2001,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Zakharova bahwa Rusia akan terus ‘mengembangkan kerja sama yang konstruktif, saling menguntungkan’ dengan Venezuela.

Venezuela yang kaya minyak ini, saat ini jatuh ke dalam krisis ekonomi, dilanda hiperinflasi dan kekurangan pangan serta kebutuhan dasar. AS dan sekutu-sekutunya mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang telah diakui banyak negara sebagai Presiden interim Venezuela.

Maduro sendiri mendapat dukungan dari Rusia dan China, rival-rival AS yang menawarkan dukungan politik dan ekonomi.

Saksikan juga video ‘Krisis Venezuela, Diplomat AS Diminta Angkat Kaki’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)