Ketika Para Siswa SMP di Peru Belajar Bahasa Indonesia

Lima – Dalam rangka memperkenalkan serta mempromosikan bahasa Indonesia di Peru, pada tanggal 25 April 2019, KBRI Lima bekerja sama dengan Municipalidad de Lima atau Pemerintah Kota Lima, menghadirkan kelas Bahasa Indonesia di salah satu sekolah lanjutan ternama di Peru, Colegio Juan Alarco de Danmert.

Kelas Bahasa Indonesia ini digelar pada Kamis (25/4) pukul 09.00 hingga 13.00 waktu setempat. Kelas ini diikuti oleh sebanyak 34 orang siswi. Demikian disampaikan KBRI Lima dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (26/4/2019).

Untuk menghadirkan suasana Indonesia di kelas, pembelajaran diawali dengan pemutaran video tentang kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Bali. Dari video tersebut, para siswa diperkenalkan dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat Bali, antara lain sembahyang di Pura, mengelola pariwisata, hingga kesenian dan budaya Bali.

Ketika Para Siswa SMP di Peru Belajar Bahasa IndonesiaFoto: Dok. KBRI Lima

Kelas Bahasa Indonesia ini dikemas dalam bentuk lagu dan diskusi kelompok, dengan para siswi dikelompokkan dalam tiga grup yang menggunakan dengan nama: Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Setelah diskusi kelompok, para siswa mempresentasikan tentang pandangan mereka tentang Indonesia sambil memperkenalkan diri dalam Bahasa Indonesia. Beberapa hal yang disampaikan antara lain keindahan alam Indonesia, beragam budaya, keramah-tamahan penduduk, iklim di Indonesia dan Bahasa Indonesia. Para siswi juga berkesempatan untuk mengenal baju tradisional masing-masing kelompok (Jawa, Kalimantan dan Sulawesi).

Partisipasi aktif siswi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan saat kelas berlangsung. Hal-hal yang menarik perhatian para siswi Peru antara lain, beberapa perbedaan alfabet yang digunakan dalam Bahasa Spanyol dan Bahasa Indonesia.

Dubes RI untuk Peru, Marina Estella Anway Bey, dalam sambutannya berharap dengan adanya program ini, semakin banyak masyarakat Peru yang mengenal Indonesia, mengingat kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1975.

Simak Juga ‘Salut! Keluarga Bule Fasih Berbahasa Jawa Timuran’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/mae)