Kerusuhan Bantuan Asing di Venezuela, 2 Pengunjuk Rasa Tewas

Venezuela – Kerusuhan terjadi gegara polemik tentang bantuan kemanusiaan dari luar negeri di Venezuela. Pasukan yang setia dengan Presiden Nicolas Maduro bentrok dengan pengunjuk rasa yang berusaha menjaga perbatasan tetap terbuka untuk menerima bantuan kemanusiaan. Akibat kerusuhan itu, dua pengunjuk rasa tewas.

Maduro menutup perbatasan negaranya dengan Brasil, Kamis (21/02), seiring polemik tentang bantuan kemanusiaan dari luar negeri tersebut.


Dilansir Reuters, Minggu (24/2/2019), kerusuhan terjadi pada Sabtu (23/2). Truk-truk bantuan makanan serta obat-obatan dihadang oleh pasukan setia Maduro. Penghadangan itu menyebabkan bentrok. Puluhan demonstran terluka. Salah satu saksi mengatakan, ada pria bertopeng dengan pakaian sipil yang menembaki pengunjuk rasa dengan peluru tajam.

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sudah mengirim pesan kepada iring-iringan pembawa bantuan untuk diantar dari kota Cucuta Kolombia. Dia berharap pasukan pro Maduro tidak menghambat proses pengiriman lantaran persediaan bantuan dibutuhkan, di mana ada 30 juta orang yang menderita kekurangan gizi dan penyakit.

Namun, proses distribusi bantuan itu terhambat. Pada Sabtu (23/2), konvoi pengiriman bantuan itu ditembaki gas air mata oleh pasukan setia Maduro. Di titik perbatasan Urena, dua truk bantuan terbakar.

Guaido mengatakan, dia akan terus menuntut Maduro agar membiarkan bantuan masuk dan akan mencari rute lain. Dia mengatakan akan menghadiri pertemuan dengan 5 negara di Bogota pada hari Senin (25/2) dengan Wakil Presiden AS Mike Pence.

“Hari ini dunia melihat dalam hitungan menit, dalam hitungan jam, wajah terburuk kediktatoran Venezuela. Kami melihat seorang pria yang tidak merasakan sakit bagi rakyat Venezuela-nya, yang memesan pembakaran makanan yang diperlukan untuk orang-orang yang kelaparan,” kata Guaido.

Sebelumnya, Pesawat militer AS yang mengangkut bantuan kemanusiaan bagi rakyat Venezuela mendarat di Cucuta, kota perbatasan Kolombia dan Venezuela. Bantuan tersebut didatangkan atas permintaan Guaido yang mengklaim dirinya sebagai presiden sementara, bulan lalu. Guaid menyebut sukarelawan Venezuela akan membawa bantuan tersebut melewati perbatasan pada tanggal 23 Februari.
(idn/idn)