Kepada Abe, Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Membuat Senjata Nuklir

Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran tak berniat memproduksi ataupun menggunakan senjata nuklir. Penegasan itu disampaikan Khamenei dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe yang berkunjung ke Teheran, Iran.

“Pemimpin Tertinggi Khamenei mengatakan bahwa negara tersebut tidak akan dan tidak seharusnya membuat, memiliki atau menggunakan senjata nuklir, dan bahwa negara itu tidak punya niat seperti itu,” kata Abe kepada para wartawan di Teheran usai pertemuan dengan Khamenei hari ini seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Kamis (13/6/2019).

“Hari ini, saya bertemu Pemimpin Tertinggi Khamenei dan mendengar keyakinannya akan perdamaian. Saya sangat menganggap ini sebagai kemajuan besar menuju perdamaian dan stabilitas wilayah ini,” ujar Abe yang menjadi PM Jepang pertama yang melakukan pembicaraan dengan Khamenei.


Pernyataan Abe tersebut disiarkan oleh stasiun televisi Jepang, NHK.
Sebelumnya, Abe juga telah bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. Usai bertemu Rouhani, Abe mengingatkan Iran dan AS mengenai kemungkinan terjadinya konflik tak disengaja. Abe juga menyerukan kepada Iran untuk memainkan ‘peran konstruktif’ dalam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Sangat penting agar Iran memainkan peran konstruksi dalam membangun perdamaian dan stabilitas solid di Timur Tengah,” ucap Abe dalam konferensi pers bersama Rouhani di Teheran.

“Saat ini, ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah. Beberapa pakar menunjukkan bahwa konflik mungkin dipicu secara tidak disengaja,” cetusnya.

“Ada kemungkinan untuk sebuah konflik tak disengaja. Konflik bersenjata harus dicegah dengan cara apapun. Perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sangat diperlukan, tidak hanya untuk kawasan ini tapi juga untuk kemakmuran global. Tidak ada satu pun pihak yang mengharapkan perang,” ujar Abe.

“Kami ingin memainkan peran maksimum semampu kami untuk meredakan ketegangan. Itulah yang membawa saya ke Iran,” imbuhnya.

Kunjungan Abe ke Teheran ini dilakukan saat hubungan AS-Iran memanas. Sebagai sekutu AS, Jepang diharapkan bisa meredakan ketegangan antara kedua negara. Di sisi lain, kunjungan ke Iran ini tercatat sebagai yang pertama oleh seorang PM Jepang yang aktif menjabat dalam 41 tahun terakhir sejak revolusi Iran tahun 1979.
(ita/ita)