Kasus Penikaman di Inggris Meningkat, 2 Remaja Terbunuh Akhir Pekan Lalu

Jakarta – 2 Remaja di Inggris kembali terbunuh dalam serangan dengan pisau yang mematikan pada akhir pekan lalu. Kasus ini menambah daftar jumlah orang tewas akibat penikaman menjadi 24 orang di tahun ini, serta mendorong pertumbahan darah menjadi kepedulian nasional.

Dilansir Reuters, Senin(4/3/2019), kasus penikaman pertama di akhir pekan lalu menimpa anak sekolah berusia 17 tahun, Yousef Ghaleb Makki. Dia ditikam di sebuah desa dekat Manchester ketika sedang mengunjungi seorang temannya.

Atas kematian Yousef itu, 2 remaja berusia 17 tahun ditangkap polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan Yousef.


Penikaman juga menewaskan Jodie Chesney, seorang Gadis Pramuka berusia 17 tahun pada akhir pekan lalu. Dia tewas dalam serangan pisau di sebuah taman di London timur. Keluarganya menyebut pembunuhannya sebagai “serangan yang benar-benar acak dan tidak diprovokasi”.

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid mengatakan akan menemui Kepala Kepolisian Inggris pekan ini untuk menemukan cara mengatasi masalah kasus penikaman yang meningkat. Dia menyebut kasus ini sebagai “kekerasan yang tidak masuk akal”.

“Orang-orang muda dibunuh di seberang county, itu tidak bisa berlanjut,” kata Javid.

Sementara itu, polisi mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mendorong kasus penikaman dengan pisau meningkat di negara di mana senjata sulit diperoleh. Faktor tersebut di antaranya persaingan antara geng narkoba, pemotongan layanan pemuda, dan provokasi di media sosial. Kasus penikaman ini pun banyak terjadi di daerah miskin di Kota London.

Kasus penikaman ini telah sampai ke puncak agenda politik setelah jumlah kasus penikaman yang mematikan mencapai rekor tertinggi dati tahun lalu. Jumlah anak-anak berusia 16 tahun ke bawah di Inggris yang ditikam naik sebesar 93 persen antara tahun 2016 dan tahun 2018.
(nvl/knv)