Kapal Terombang-ambing Hingga ke Jepang, 2 Nelayan Korut Ditahan

Tokyo – Otoritas Jepang menahan dua nelayan yang diduga berasal dari Korea Utara (Korut). Dua nelayan itu ditemukan di atas sebuah kapal pencari ikan yang terombang-ambing di perairan utara Jepang.

Dituturkan otoritas patroli pantai Jepang, seperti dilansir AFP, Senin (14/1/2019), bahwa kapal kayu yang ditumpangi dua nelayan Korut itu terdeteksi terombang-ambing di perairan yang berjarak 1,5 kilometer dari wilayah prefektur Aomori pada Minggu (13/1) waktu setempat.

“Dua pria itu menyebut mereka berasal dari Korea Utara dan kapal mereka terombang-ambing karena masalah mesin,” sebut seorang pejabat patroli pantai Jepang yang enggan disebut namanya.


Saat ditemukan, kedua pria itu tidak membawa dokumen-dokumen yang menunjukkan identitas mereka. Keduanya langsung diinterogasi di atas kapal patroli pantai Jepang.

Laporan media lokal menyebut kapal kayu itu mulai berlayar dari Korut pada pertengahan Desember tahun lalu. Disebutkan juga bahwa awalnya ada lima orang di atas kapal tersebut, namun tiga orang hilang setelah jatuh ke lautan akibat cuaca buruk.

Diketahui bahwa puluhan kapal nelayan Korut terombang-ambing di perairan Jepang setiap tahunnya. Para pakar menyebut para nelayan asal Korut itu berlayar hingga ke lautan lepas demi memuaskan tuntutan pemerintah untuk mendapatkan tangkapan ikan lebih banyak.

Namun sayangnya, kapal para nelayan yang cenderung tua dan minim perlengkapan sangat rawan menghadapi gangguan mesin dan masalah lainnya, seperti kehabisan bahan bakar. Seringkali para nelayan Korut tidak memiliki perlengkapan untuk meminta bantuan penyelamatan di lautan.

Tidak sedikit kapal-kapal nelayan Korut yang terombang-ambing dan akhirnya terdampar di pantai-pantai Jepang dengan awak yang sudah meninggal. Kapal semacam itu sering disebut sebagai ‘kapal hantu’ oleh media-media lokal Jepang.

Tahun lalu, sedikitnya 10 nelayan Korut diselamatkan setelah terombang-ambing di atas kapal kayu kecil di perairan utara Jepang. Mereka semua, termasuk sang kapten kapal, dideportasi ke Korut setelah sempat ditahan di Jepang atas tuduhan pencurian.

(nvc/bag)