Kandangkan 737 MAX 8, Maskapai Norwegia Tuntut Ganti Rugi ke Boeing

Oslo – Maskapai Norwegia, Norwegian Air Shuttle, telah mengandangkan 18 pesawat Boeing 737 MAX 8 miliknya menyusul kecelakaan Ethiopian Airlines. Atas hal itu, pihak maskapai akan menuntut ganti rugi dari Boeing.

Norwegian Air Shuttle yang finansialnya tengah tertekan, membatalkan 19 penerbangan pada Rabu (13/3) ini, sehari setelah maskapai low-cost itu memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 7737 MAX 8-nya, tipe pesawat yang sama dengan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh pada Minggu (10/3) lalu dan menewaskan 157 orang.

“Kami akan mengirimkan tagihan ke mereka yang membuat pesawat itu,” ujar juru bicara maskapai tersebut, Lasse Sandaker-Nielsen seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (13/3/2019).


Sandaker-Nielsen mengatakan bahwa maskapai “seharusnya tidak menderita secara finansial akibat ini.”
Maskapai Norwegian menyatakan, pihaknya telah mengatur ulang operasional dan memindahkan para penumpang ke penerbangan lain untuk mengatasi situasi ini.

“Kami telah bekerja sangat keras untuk menemukan solusi bagi para penumpang kami dan telah berhasil untuk sebagian besar. Hanya ada beberapa ratus orang lagi yang harus memesan ulang,” ujarnya.

Sejumlah negara dan maskapai-maskapai dunia telah mengandangkan Boeing 737 MAX 8, dan badan keselamatan penerbangan Uni Eropa menutup wilayah udara Eropa bagi pesawat model baru tersebut usai kecelakaan Ethiopian Airlines. Kecelakaan tersebut merupakan yang kedua kalinya yang melibatkan pesawat tipe sama dalam waktu kurang dari enam bulan.

Sebelumnya pada Oktober 2018, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air juga jatuh hanya sekitar 12 menit setelah lepas landas dari Jakarta. Keseluruhan penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 189 orang tewas dalam musibah itu.

(ita/ita)