Kabur, Terpidana yang Mutilasi 2 Pacar Gay-nya Diburu Polisi Sydney

Sydney – Seorang pria terpidana kasus pembunuhan yang menghabisi nyawa dua kekasih gay-nya berhasil kabur dan kini buron di Sydney, Australia. Terpidana ini kabur setelah mencopot paksa gelang monitor elektronik dari pergelangan kakinya.

Seperti dilansir CNN, Senin (8/4/2019), Damien Peters (50) terakhir kali terlihat di Rumah Sakit Prince of Wales di Randwick, pinggiran Sydney, pada Minggu (7/4) sore waktu setempat. Peters berada di rumah sakit tersebut saat dalam masa pembebasan bersyarat.

Gelang monitor elektronik yang seharusnya terpasang di pergelangan kakinya, ditemukan tergeletak di suatu lokasi pada malam hari. Pihak kepolisian menyebut gelang elektronik itu ‘dilepas secara paksa’.

Menurut laporan 7 News afiliasi CNN, Peters mengaku bersalah pada tahun 2001 telah membunuh dan memutilasi dua pria di dalam apartemennya di kawasan Surrey Hills, Sydney. Media-media lokal Australia menyebut kedua korban merupakan kekasih Peters.

Di persidangan terungkap bahwa Peters, yang saat itu berusia 32 tahun, awalnya menikam seorang pria bernama Tereaupii Akai (50) di bagian leher, lalu memutilasinya. Delapan bulan kemudian, Peters menikam Bevan James Frost (57) hingga tewas, saat memijatnya. Jenazah Frost juga dimutilasi.

Polisi yang menyelidiki hilangnya Akai menemukan jasad Frost di dalam bak mandi saat menggeledah apartemen Peters. Motif pembunuhan tidak disebut lebih lanjut.

Atas tindak pembunuhan dan mutilasi itu, Peters divonis 21 tahun penjara. Dia berhak mendapat pembebasan bersyarat sejak tahun 2015 lalu. Informasi spesifik soal status hukum terkini Peters tidak diketahui secara jelas, namun diketahui bahwa dia masih dalam pengawasan pihak berwenang.

Perburuan terhadap Peters pun diluncurkan otoritas setempat. Dalam pernyataannya, Kepolisian New South Wales merilis ciri-ciri Peters yang disebut ‘berperawakan kekar dengan rambut pendek warna cokelat’. Peters juga disebut memiliki tato bergambar ular melilit macan kumbang di lengan kanannya dan tato bergaya tribal pada lengan kiri bagian atas.

Publik diminta untuk ‘tidak mendekati Peters jika melihatnya’, namun diimbau segera menghubungi polisi.

(nvc/ita)