Julian Assange Ditangkap, Hillary Clinton: Dia Harus Bertanggung Jawab

New YorkHillary Clinton turut mengomentari penangkapan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di London, Inggris. WikiLeaks diketahui berperan besar dalam kekalahan Hillary saat pilpres Amerika Serikat (AS) tahun 2016 lalu.

Assange ditangkap pada Kamis (11/4) pagi waktu London, di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, yang menjadi tempat tinggalnya selama tujuh tahun terakhir. Penangkapan dilakukan setelah suaka diplomatik yang diterimanya dari Ekuador, dicabut.

Kepolisian Metropolitan Inggris menyebut penangkapan Assange itu didasarkan atas pelanggaran ketentuan uang jaminan pembebasan bersyarat di Inggris tahun 2012 lalu dan atas permintaan ekstradisi yang diajukan otoritas AS.


Seperti dilansir CNN, Jumat (12/4/2019), komentar Hillary ini disampaikan saat dia berbicara dalam sebuah acara di Beacon Theater di New York bersama suaminya, mantan Presiden AS Bill Clinton.

Hillary yang mantan Menteri Luar Negeri AS ini awalnya ditanya apakah dia ingin berkomentar soal penangkapan Assange, karena dia memiliki ‘kedekatan’ dengan aktivitas Assange. Hillary pun tertawa menanggapi pertanyaan itu. “Saya ingin, saya ingin,” jawabnya.

Diketahui bahwa saat kampanye pilpres 2016, WikiLeaks membocorkan konten komunikasi internal yang dicuri dari Komisi Nasional Demokratik (DNC) dan tim kampanye Hillary. Akibat pembocoran itu, Hillary kalah secara mengejutkan dari Donald Trump yang kini menjabat Presiden AS.

Departemen Kehakiman AS telah mengumumkan dakwaan yang dijeratkan terhadap Assange dalam pernyataan pada Kamis (11/4) waktu setempat. Assange didakwa melakukan konspirasi peretasan komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung dengan jaringan pemerintah AS yang menyimpan dokumen dan komunikasi rahasia. Aksi ini disebut sebagai bagian dari pembocoran WikiLeaks tahun 2010 terkait ratusan ribu dokumen militer AS yang melaporkan misi perang di Afghanistan dan Irak, juga dokumen rahasia komunikasi diplomatik AS.

“Jika terbukti bersalah, dia terancam hukuman maksimum lima tahun penjara,” sebut Departemen Kehakiman AS dalam pernyataannya.

Oleh AS, Assange didakwa bersama mantan analis intelijen militer AS, Chelsea Manning, seorang transgender yang sebelumnya bernama Bradley Manning. Manning sendiri telah diadili dan dihukum tujuh tahun penjara atas aksi membocorkan dokumen rahasia pemerintahan.

Dakwaan soal peretasan data milik DNC dan tim kampanye Hillary belum masuk ke dalam daftar dakwaan yang diumumkan Departemen Kehakiman AS. Namun para pakar hukum menyatakan dakwaan-dakwaan lebih banyak akan dijeratkan terhadap Assange.

“Saya pikir sudah jelas dari dakwaan yang muncul, bahwa itu bukan soal menghukum jurnalisme, itu soal membantu meretas sebuah komputer militer untuk mencuri informasi dari pemerintahan Amerika Serikat, dan lihat, saya akan menunggu dan melihat apa yang terjadi pada dakwaan-dakwaan itu dan bagaimana semuanya berproses, tapi dia melanggar pembebasan bersyarat di Inggris,” ucap Hillary dalam komentarnya.

“Pada dasarnya, dia (Assange-red) harus bertanggung jawab atas hal-hal yang dia telah lakukan, setidaknya seperti yang telah didakwakan,” tegas Hillary.

“Saya pikir sedikit ironis bahwa dia (Assange-red) mungkin satu-satunya warga asing yang akan disambut masuk ke Amerika Serikat oleh pemerintahan ini,” imbuhnya dengan nada bergurau.

(nvc/ita)