Istri Tewas dalam Aksi Teror New Zealand, Pria Ini Maafkan Pelaku

Christchurch – Seorang pria yang kehilangan istrinya dalam serangan teroris di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) mengaku telah memaafkan pelaku teror yang menewaskan 50 orang itu. Menurutnya, memaafkan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hidup.

“Saya akan mengatakan pada dia ‘Saya menyayangi dia sebagai pribadi’,” kata Farid Ahmad kepada kantor berita AFP, Senin (18/3/2019). “Saya tak bisa menerima apa yang dilakukannya. Apa yang dilakukannya adalah hal yang salah,” tuturnya.

Namun ketika ditanya apakah pria itu memaafkan pelaku teror yang menewaskan istrinya, dia berujar: “Tentu. Hal terbaik adalah pengampunan, kemurahan hati, cinta dan perhatian, positif.”


Istrinya, Husna Ahmad (44) tewas dalam serangan teror di masjid Al-Noor, satu dari dua masjid yang menjadi target serangan pelaku teror, Brenton Tarrant asal Australia. Ahmad dan istrinya bermigrasi dari Bangladesh ke New Zealand pada tahun 1990 dan dikarunia seorang putri.

Saat penembakan brutal itu terjadi, Husna membantu beberapa orang untuk menyelamatkan diri dari ruangan khusus perempuan dan anak-anak di masjid. “Dia berteriak-teriak ‘lewat sini, cepat’, dan dia mengajak banyak anak-anak dan perempuan menuju taman yang aman,” ujar Ahmad.

“Kemudian dia kembali untuk memeriksa saya karena saya berada di kursi roda, dan saat dia mendekati gerbang, dia ditembak. Dia sibuk menyelamatkan orang-orang, dia melupakan dirinya sendiri,” kata Ahmad.

Ahmad yakin dirinya lolos dari hujan peluru karena pelaku fokus ke target-target lainnya.

“Orang ini menembaki satu orang sebanyak dua kali, tiga kali, mungkin itu memberi kami waktu untuk bergerak … bahkan yang sudah tewas pun dia tembaki lagi,” papar pria berumur 59 tahun itu.

Ahmad telah duduk di kursi roda sejak dirinya ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang mabuk pada tahun 1998.

(ita/ita)