Ini Negara-negara yang Larang Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8

Washington – Sejumlah negara telah mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX 8 menyusul kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan keseluruhan 157 penumpang dan krunya.

Tipe pesawat tujuan Nairobi, Kenya itu sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh pada Oktober 2018 lalu dan menewaskan 189 orang. Sejumlah pihak menyebut adanya kemiripan antara kedua kecelakaan tersebut.

Ada sekitar 350 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di seluruh dunia. Namun buntut tragedi Ethiopian Airlines, sejumlah negara dan maskapai memutuskan untuk mengandangkan sementara pesawat tipe baru tersebut. Negara-negara lainnya memilih untuk terus melanjutkan operasional pesawat sembari menunggu hasil penyelidikan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu.


Berikut daftar negara-negara yang telah mengandangkan ataupun melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/3/2019):

– Singapura

Badan aviasi Singapura pada Selasa (12/3) ini melarang sepenuhnya penggunaan pesawat Boeing 737 MAX di wilayah udara negara tersebut. Otoritas Aviasi Sipil Singapura (CAAS) menyatakan pihaknya “menghentikan sementara operasi semua varian pesawat Boeing 737 MAX dari dan ke Singapura” terkait dua kecelakaan belum lama ini.

– Argentina

Maskapai Argentina hari ini juga telah mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX 8. Maskapai Aerolineas Argentinas menyatakan, penggunaan pesawat tipe tersebut dihentikan sementara menunggu hasil penyelidikan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

“Bagi Aerolineas Argentinas, keselamatan merupakan nilai yang paling penting,” demikian statemen maskapai tersebut mengenai penghentian sementara penerbangan lima unit pesawat 737 MAX 8 miliknya.

– Australia

Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia hari ini juga telah melarang penerbangan Boeing 737 MAX dari dan ke Australia.

“Ini adalah penangguhan sementara, kita menunggu informasi lebih lanjut untuk meninjau risiko keselamatan dari operasi lanjutan Boeing 737 MAX dari dan ke Australia,” kata CEO Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia Shane Carmody dalam sebuah pernyataan hari ini.

– Korea Selatan

Kementerian Transportasi Korea Selatan (Korsel) menyatakan bahwa dua pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai Eastar Jet akan dikandangkan sementara menunggu hasil pemeriksaan.

– Mongolia

Otoritas Aviasi Sipil Mongolia menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan maskapai nasional MIAT Mongolian Airlines untuk mengandangkan satu-satunya pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai tersebut.

– Indonesia

Indonesia juga mengandangkan pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air. Pemeriksaan pesawat akan dimulai hari ini dan pesawat-pesawat tersebut akan tetap dikandangkan hingga dinyatakan layak terbang oleh badan keselamatan penerbangan.

– China

Maskapai penerbangan di China termasuk tiga besar operator di sana, yakni China Airlines, China Eastern dan China Southern mengoperasikan 97 pesawat. Data itu menurut media yang dikelola pemerintah.

Setelah kecelakaan pada hari Minggu (10/3) lalu, Badan Penerbangan Sipil China memerintahkan semua pesawat domestik 737 MAX 8 untuk dikandangkan mulai pukul 18.00 waktu setempat Senin (11/3). Karena, tidak ada toleransi jika ada bahaya terhadap keselamatan.

– Meksiko

Maskapai Aeromexico di Meksiko untuk sementara menangguhkan penggunaan enam pesawat Boeing 737 MAX 8. Hal ini akan terus dilakukan sampai informasi lebih lengkap tentang penyelidikan kecelakaan penerbangan ET302 dapat diberikan.

– Ethiopia

Di Ethiopia, maskapai Ethiopian Airlines telah meng-grounded empat Boeing 737 MAX 8 yang tersisa dalam armadanya. Kebijakan ini akan terus dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai tindakan pencegahan keamanan ekstra.

Boeing 737 Max 8 yang Jadi Sorotan, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)