Iklan Pemilu Israel Muncul di Situs Porno Populer di Dunia

Tel Aviv – Iklan terkait pemilihan umum (pemilu) Israel secara tak terduga muncul di salah satu situs porno paling populer di dunia. Hal semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Kemunculan tersebut dilaporkan oleh surat kabar Israel, Haaretz dan dilansir The Times of Israel, Senin (8/4/2019). Diketahui bahwa iklan pemilu Israel memang muncul di banyak media seperti di komputer, telepon pintar, hingga YouTube. Namun iklan pemilu di situs porno tergolong langka.

Laporan Haaretz pada Minggu (7/4) waktu setempat menyebut bahwa iklan kampanye untuk pemilu Israel yang digelar tahun ini muncul di situs pornhub.com. Situs tersebut, pada awal tahun ini, tercatat menempati peringkat ke-25 sebagai situs paling populer di dunia.

“Ini merupakan sebuah iklan yang tidak kita lihat hingga sekarang,” tulis Haaretz dalam laporannya.

“Hingga hari ini, arena pornografi menjadi satu-satunya arena yang kita tidak melihat adanya publikasi politik apapun. Ternyata ‘perlindungan’ terakhir dari politik ini telah direnggut dari warga Israel,” imbuh Haaretz.

Seorang wartawan setempat mendapati bahwa warga Israel yang menelusuri situs Pornhub kini bisa melihat iklan politik terkait pemilu. Iklan ini muncul dari sejumlah sumber anonim sayap kiri, yang sengaja mengolok-olok kelompok sayap kanan dengan sindiran kasar secara seksual.

Jika iklan itu diklik, maka pengguna internet akan dibawa ke sebuah situs anonim bernama www.dofkimhazak.com, sebuah domain yang dibeli di Amerika Serikat yang pemiliknya mendaftarkannya dengan percaya diri. Situs itu tampaknya dibuat dengan menggunakan platform website Israel ternama, Wix.

“Tidak mungkin untuk menguraikan siapa di balik ini,” sebut Ran Bar-Zik dari Haaretz via akun Facebook-nya.

Ditambahkan Ran Bar-Zik bahwa iklan yang muncul di Pornhub itu tergolong iklan berbujet rendah dan penciptanya menyebut diri sebagai pihak non-partai dengan pendanaan pribadi. “Tidak ada tempat untuk lari dari politik,” ujarnya.

Ditambahkan Bar-Zik bahwa jaringan pornografi tidak selektif dan mengizinkan nyaris semua pihak yang ingin membayar untuk memasang iklan di situs mereka. Menurut Haaretz, pihak-pihak pengiklan standar, menghindari taktik semacam itu. Iklan-iklan politik sebelumnya tidak pernah terlihat pada situs-situs porno.

(nvc/ita)