‘Hidupkan’ Orang Mati, Pendeta Afrika Pernah ‘Sembuhkan’ Wanita Lumpuh

Johannesburg – Aksi ‘menghidupkan’ orang mati bukanlah yang pertama kali dilakukan pendeta Alph Lukau di Afrika Selatan (Afsel). Tahun 2017, pendeta Lukau pernah melakukan ‘mukjizat’ dengan membuat wanita yang lumpuh bisa berjalan kembali.

Seperti dilaporkan media lokal Afsel, Eyewitness News, Rabu (27/2/2019), dalam aksi yang terjadi Juni 2017 lalu, seorang wanita yang terbaring di ranjang tiba dengan ambulans di gereja Alleluia Ministries International di Sandton saat ibadah hari Minggu. Wanita itu didampingi sejumlah paramedis.

Kepada pendeta Lukau, wanita itu menyebut dirinya menderita karena sakit liver dan dislokasi tulang panggul selama enam tahun. Meskipun terus menjalani pengobatan, wanita itu tak kunjung sembuh dan tidak bisa berjalan alias lumpuh.


Pada hari Minggu ketika itu, wanita bernama Patience ini mengklaim dirinya memanggil paramedis lewat telepon dan meminta mereka membawanya ke gereja dengan ambulans. Dua pria yang berpakaian jubah dokter yang juga hadir di gereja, menjelaskan kondisi yang dialami wanita itu secara medis.
Kedua pria berpakaian dokter itu menyatakan mereka akan melakukan pengobatan pada wanita itu.

Usai mendengar penjelasan tersebut, pendeta Lukau kemudian meletakkan tangannya di atas badan wanita itu dan mendoakannya. Beberapa saat kemudian, wanita itu bangkit dari tandu dan mulai berjalan. Tidak jelas apakah wanita itu benar-benar lumpuh sebelumnya.

Pekan ini, pendeta Lukau menjadi pemberitaan utama media-media Afrika setelah dia mengklaim bisa menghidupkan orang mati. Video yang menunjukkan aksi pendeta Lukau saat ‘menghidupkan kembali’ orang mati menjadi viral dan menuai olok-olokan di media sosial.

Komisi Kemajuan dan Perlindungan Komunitas Budaya, Keagamaan dan Linguistik setempat menegaskan aksi pendeta Lukau itu hanya rekayasa.

“Tidak ada mukjizat seperti itu,” tegas Komisi Kemajuan dan Perlindungan Komunitas Budaya, Keagamaan dan Linguistik (Komisi HAM CRL) kepada televisi nasional Afsel dan dilansir BBC. “Aksi itu direkayasa untuk berusaha mendapatkan uang dari orang-orang tak berdaya,” imbuh Komisi HAM CRL.

Sosok pendeta Lukau sendiri disebut memiliki banyak pengikut dan bahkan disebut sebagai ‘Wakil Tuhan’ oleh para pengikutnya. Oleh para pengikutnya, pendeta tersebut diklaim memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dia mendirikan gereja bernama Alleluia Ministries International tahun 2002 lalu. Saat ini, gereja tersebut dilaporkan memiliki sekitar 95 ribu jemaat dan memiliki cabang di banyak negara, seperti Zambia, Namibia, Republik Demokratik Kongo, Angola, hingga ke Eropa dan Amerika Selatan.

Pendeta Lukau juga pernah memimpin pernikahan Duduzile Zuma, putri Presiden Afsel Jacob Zuma, tahun 2011 lalu. Di media sosial, pendeta Lukau memiliki 89 ribu follower Instagram dan lebih dari 21 ribu follower Twitter.

Media-media lokal Afrika menyebutnya sebagai salah satu pendeta terkaya di dunia. Dia disebut memiliki kekayaan hingga 13,8 miliar Rand Afsel atau setara Rp 13,9 triliun. Gaya hidupnya yang mewah bisa terlihat dari foto-fotonya di media sosial. Dia disebut memiliki jet pribadi dan sederet mobil mewah seperti Rolls Royce, Ferrari, Range Rover, Bentley hingga Lamborghini. Tak hanya itu, pendeta Lukau juga memiliki sejumlah motor gede dengan modifikasi super mewah.
(nvc/ita)