Giliran Plt Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Mengundurkan Diri

Washington DC – Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Menteri Keamanan Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Claire Grady, mengundurkan diri dari jabatannya. Grady bergabung dengan jajaran petinggi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang mundur nyaris berurutan dalam beberapa hari terakhir.

Seperti dilansir CNN, Rabu (10/4/2019), pengunduran diri Grady ini diumumkan pada Selasa (9/4) malam waktu setempat oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen, yang sebelumnya telah mengumumkan mundur dari jabatannya.

Pengunduran diri Grady ini disebut membuka jalan bagi sosok pilihan Presiden Donald Trump, Kevin McAleenan, untuk memimpin DHS dalam kapasitas sebagai Plt.

Menyusul pengunduran diri ‘secara paksa’ Nielsen pada Minggu (7/4) malam, Grady — menurut undang-undang — berada di garis selanjutnya untuk menjadi Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.

“Plt Wakil Menteri Claire Grady telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden, efektif mulai besok (10/4). Selama dua tahun terakhir, Claire telah mengabdi pada @DHSgov dengan keunggulan dan kehormatan. Dia telah menjadi aset tak bernilai bagi DHS — kekuatan teguh dan suara berpengetahuan luas,” sebut Nielsen dalam pengumuman melalui Twitter.

Dengan mundurnya Grady maka DHS harus mengatur ulang rencana suksesi mereka. Seorang pejabat DHS memperkirakan Direktur Otoritas Keamanan Transportasi (TSA) David Pekoske akan menjabat Plt Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri selanjutnya. Urutan suksesi terbaru akan ditentukan Rabu (10/4) waktu setempat.

Alasan pengunduran diri Grady tidak disebutkan lebih lanjut. Namun secara terpisah, seorang mantan pejabat DHS menuturkan kepada CNN bahwa Grady ‘mengetahui nasibnya terikat pada Nielsen’.

“Dia adalah salah satu orang yang menyelesaikan banyak pekerjaan di DHS. Sosok yang menjadi tumpuan semua orang di departemen (DHS) ketika mereka mengalami hari buruk,” ujar mantan pejabat yang enggan disebut namanya itu.

Dituturkan seorang pejabat DHS bahwa Grady hanya akan menjabat hingga Selasa (9/4) malam waktu AS. Sedangkan Nielsen menyatakan via Twitter, usai Trump mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (7/4), bahwa dia akan tetap menjabat hingga Rabu (10/4) waktu setempat untuk membantu proses transisi.

Mundurnya Grady terjadi saat Trump sedang melakukan ‘pembersihan’ dalam tubuh DHS. Sehari usai pengunduran diri Nielsen diumumkan, Direktur Secret Service Randolph ‘Tex’ Alles juga dipecat — laporan awal menyebut dia mundur. Dua pejabat DHS lainnya — Direktur Dinas Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, Francis Cissna dan pejabat Kantor Penasihat Umum, John Mitnick — dilaporkan juga mengundurkan diri.

“Ada pembersihan mendekati sistematis yang terjadi di dalam badan keamanan nasional terbesar kedua di negara ini,” kata pejabat DHS itu kepada CNN.

Pergantian personel secara mendadak di AS, menurut CNN, terjadi atas dorongan penasihat senior Gedung Putih, Stephen Miller, yang memainkan peran kunci dalam pengunduran diri Nielsen. Beberapa pekan terakhir, ujar seorang pejabat AS kepada CNN, Trump memberdayakan Miller untuk memimpin kebijakan-kebijakan perbatasan AS dan dia menjalankan rencananya, dengan merontokkan kepemimpinan DHS yang bertanggung jawab atas keamanan perbatasan.

(nvc/ita)