Gema Pemilu 2019 dari Yunani, Negara Asal Kata Demokrasi

Athena – Gema Pemilu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di tanah air, namun turut bergema hingga ke Yunani, negeri asal kata “demokrasi”. Banyak yang tidak tahu jika kata “demokrasi” berasal dari bahasa Yunani yakni demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan) saat digabung menjadi demos kratos bermakna “Kekuasaan/kendali ada pada rakyat”. Hal ini jelas tergambar pada pesta rakyat yang diadakan di Indonesia dan tidak tertinggal juga di Yunani.

Pesta demokrasi yang berlangsung selama lima tahun sekali ini diikuti oleh sekitar 1.298 masyarakat Indonesia yang tinggal dari segala penjuru di Yunani dengan tiga metode, yakni melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS), Kotak Suara Keliling (KSK) dan melalui POS.

Tidak ketinggalan salah satu WNI yang sedang dalam kondisi sakit pun, tetap dapat memberikan suaranya dengan didatangi langsung oleh petugas PPLN. Mikael Watimena yang telah mengalami sakit Diabetes sejak lama mengalami kesulitan untuk mendatangi TPS, namun tidak menghambatnya untuk menggunakan hak pilihnya.


Berlokasi di KBRI Athena, dua TPS telah disiapkan untuk dapat menampung 1.179 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di mana sebaran WNI terbesar di Yunani. Adapun KSK di pulau Rhodos diperuntukkan bagi 29 DPT dan KSK Thessaloniki dibuka untuk memfasilitasi 16 DPT yang bertempat di kantor Konsul Kehormatan RI Thessaloniki.

Untuk dapat memberikan kesempatan kepada WNI menggunakan haknya seluas-luasnya, pemungutan suara juga dilakukan melalui POS kepada 63 WNI yang tersebar di negara seluas sekitar 131 ribu km2 tersebut. Metode ini dilakukan dengan mengirim surat suara sejak sebulan sebelumnya dan masih diberi kesempatan hingga 17 April 2019 untuk mengirim kembali kepada PPLN sebelum hari penghitungan.

Truman Koto masyarakat Indonesia yang juga ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) KBRI Athena, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat untuk datang memilih menunjukkan rasa kepedulian akan masa depan bangsa.

Selain sistem pemilihan langsung ke TPS dan KSK, sistem pemilihan juga dilakukan melalui Pos bagi 63 WNI yang mengalami kesulitan menjangkau TPS maupun KSK yang tersedia. Kepada 63 WNI tersebut diberi kesempatan mengirim kembali surat suaranya sebelum tanggal 17 April 2019 untuk dapat dihitung pada hari penghitungan. Apabila surat suara tersebut baru tiba setelah tanggal 17 April 2019, maka surat suara tidak dapat diperhitungkan kembali.

[Gambas:Video 20detik]

Sebanyak 11 WNI tetap dapat memilih sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Athena, meskipun baru mendaftar seteah Januari 2019 saat pendaftaran DPT telah ditutup. Masyarakat dengan klasifikasi Daftar Pemilih Khusus juga telah menyampaikan aspirasinya satu jam sebelum penutupan TPS/KSK. telah mengikuti menyuarakan aspirasinya. Hal ini mengikuti ketentuan pasal 23 PKPU No. 12 tahun 2018, di mana salah satu persyaratannya adalah berdomisili di Luar Negeri, dalam hal ini di Yunani.

“Suksesnya Pemilu Presiden dan legislatif Indonesia di Yunani menjadi bukti nyata kehidupan demokrasi yang tinggi di tanah air kepada masyarakat setempat,” ujar Ferry adamhar, Duta Besar RI untuk Yunani dalam rilis pers KBRI Athena kepada detikcom, Senin (15/4/2019).

Penetapan tanggal 14 April 2019 sebagai hari pemungutan suara di Yunani mempertimbangkan hari libur WNI yang mayoritas bekerja di sektor non formal hanya memperoleh libur di hari minggu. Selanjutnya, penghitungan surat suara di Yunani akan dilakukan bersamaan dengan hari penghitungan di Indonesia yakni pada tanggal 17 April 2019 dilakukan oleh PPLN KBRI Athena oleh PPLN KBRI Athena dengan jumlah anggota lima orang berasal dari unsur masyarakat dan tiga sekretariat dari KBRI Athena, dengan disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Selama persiapan dan pelaksanaan kegiataan Pemilu, PPLN dibantu oleh 23 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN).

5 Surat Suara di Pemilu 2019, Yuk Kenali Warna dan Cirinya:

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)