Geger Perundingan Rahasia Trump dengan Saudi

Jakarta – Ada geger tentang Arab Saudi di Negeri Paman Sam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara diam-diam menyetujui proyek nuklir dengan Saudi. Anggota parlemen tidak terima negaranya dibawa Trump ke proyek senyap tapi berbahaya.

Masih lekat dalam ingatan pemerhati isu internasional, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menuturkan kepada media AS, CBS, bahwa Saudi akan mengembangkan senjata nuklir jika Iran melakukan hal yang sama. Itu dinyatakan Sang Pangeran pada 2018 lalu.

Dilansir BBC, 21 Februari 2019, Kongres AS khawatir proyek nuklir di Saudi bakal memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Tim dibentuk dan dipimpin oleh Demokrat. Mereka bekerja berdasarkan laporan rahasia tapi meyakinkan, isinya menjelaskan bahwa Trump mempercepat proses alih teknologi nuklir ke Arab Saudi.

Transfer teknologi masuk rencana proyek AS-Saudi ini. Artinya, Arab Saudi bakal bisa mengelola nuklir sendiri suatu saat nanti. Bayangan konflik Timur Tengah semakin nyata, kali ini dilengkapi dengan mimpi buruk perang nuklir.

Geger Perundingan Rahasia Trump dengan Saudi tim soreFoto ilustrasi suasana gurun Saudi (ABC Australia)

“Kepentingan komersial swasta yang kuat semakin menekan dilakukannya transfer teknologi nuklir peka ke Arab Saudi,” begitu bunyi laporan rahasia yang diterima DPR AS.

Menurut laporan itu, Trump terlibat langsung dalam proyek itu. Pejabat pemerintah yang terlibat dalam hal ini, termasuk Menteri Energi Rick Perry, penasihat senior Trump yakni Jared Kushner, pimpinan dewan pengangkatan Trump yakni Tom Barrack, dan mantan Penasehat Keamanan Nasional Michael Flynn.

Proyek ini juga bekerja sama dengan pihak swasta. Perusahaan itu mengantongi miliaran Dolar untuk melaksanakan kontrak pembangunan dan pengoperasian fasilitas nuklir di Saudi. Sebuah penyelidikan akan menentukan apakah pemerintah bertindak untuk kepentingan negara atau untuk melayani pihak-pihak pemburu keuntungan. Namun berdasarkan keterangan pejabat yang didapat laporan tersebut, proyek ini adalah, “Sebuah skema agar para jenderal mendapatkan uang.”

Perusahaan yang disebut dalam laporan adalah:
1. IP3 International, perusahaan swasta di bawah pimpinan mantan pejabat militer dan keamanan yang mengorganisir sekelompok perusahaan AS untuk membangun “puluhan pembangkit nuklir” di Arab Saudi.
2. ACU Strategic Partners, konsultan pembangkit nuklir yang dipimpin warga Inggris-Amerika Alex Copson.
3. Colony NorthStar, perusahaan investasi property Barrack
4. Flynn Intel Group, perusahaan konsultan dan lobi yang didirikan Michael Flynn

Dilansir Reuters, 28 Maret 2019, Menteri AS Rick Perry menyetujui enam otoritas rahasia untuk menjual teknologi nuklir ke Arab Saudi. Dua pembangkit tenaga nuklir akan dibangun.