Geger Artis Smallville Akui Terlibat Sekte Seks Batil

New YorkAllison Mack mengaku bersalah atas tuduhan terkait organisasi perdagangan seks. Aktris yang bermain dalam serial televisi ‘Smallville‘ di Amerika Serikat (AS) itu muncul di pengadilan federal Brooklyn dan mengaku bersalah atas tuduhan pemerasan dan konspirasi pemerasan terkait dengan dugaan ‘sekte seks’ bernama Nxivm.

Dalam sebuah pernyataan, Mack mengaku merekrut para anggota perempuan dengan memberitahu mereka bergabung sebuah kelompok bimbingan diri.

“Saya harus bertanggung jawab penuh atas perilaku saya,” katanya.

Mack merupakan satu dari enam orang yang menghadapi dakwaan pidana sebagai bagian dari investigasi terhadap Nxivm. Jaksa menuduh kelompok ini menggunakan skema piramida, di mana para anggotanya membayar ribuan dolar untuk biaya seminar agar bisa naik pangkat.

Keith Raniere diduga menjadi ketua dan satu-satunya lelaki dalam kelompok ini, sementara Mack menjabat sebagai salah satu deputi perempuan tertinggi.

Para perempuan yang direkrut diduga dicap dengan inisial Raniere dan diperkirakan berhubungan seks dengannya, sebagai bagian dari “sistem budak dan tuan.”

“Allison Mack merekrut para perempuan untuk bergabung dengan apa yang disebut sebagai kelompok bimbingan untuk perempuan, yang dibentuk dan dipimpin oleh Keith Raniere,” kata Richard Donoghue, pengacara AS untuk Distrik Timur di New York, tahun lalu.

Pada persidangan pada hari Senin (8/4), Mack mengatakan ia diperintahkan oleh Raniere untuk mengumpulkan foto-foto dari dua perempuan dalam kelompok tersebut, kemudian mengancam akan menyebarkan foto-foto tersebut jika mereka mengungkapkan informasi tentang grup rahasia itu.

“Saya percaya niat Keith Raniere adalah untuk membantu orang”, kata Mack di pengadilan pada 8 April. “Saya salah.”

Raniere ditangkap oleh FBI di Meksiko tahun lalu. Tim pembelanya berargumen bahwa dugaan hubungan seksual itu berdasarkan kesepakatan.

Sebelumnya pada April 2018 Mack mengaku tidak bersalah terkait berbagai tuduhan yakni perdagangan seks, konspirasi untuk melakukan perdagangan seks dan kerja paksa.

Vonis terhadapnya dijadwalkan pada bulan September dan ia akan menghadapi hukuman maksimum 20 tahun penjara untuk masing-masing dari dua dakwaan tersebut.

Bulan lalu salah satu pendiri grup tersebut, Nancy Salzman, 65 tahun, juga mengaku bersalah atas tuduhan pemerasan. Ia dijadwalkan akan dihukum pada bulan Juli.

(dhn/dnu)