Erdogan: Pemimpin Negara Barat Harus Belajar dari PM New Zealand

Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memuji sosok Perdana Menteri (PM) New Zealand, Jacinda Ardern, atas kepemimpinannya menghadapi aksi teror di dua masjid di Christchurch yang melanda negaranya. Erdogan menilai para pemimpin negara-negara Barat harus belajar dari PM Ardern.

Seperti dilansir media lokal New Zealand Herald, Rabu (20/3/2019), pujian itu disampaikan Erdogan dalam tulisan editorial opini pada surat kabar terkemuka Amerika Serikat (AS), The Washington Post. Sebelumnya Erdogan dikritik karena menunjukkan video aksi teror di masjid New Zealand dalam kampanye pemilu di Turki.

“Seluruh pemimpin negara-negara Barat harus belajar dari keberanian, kepemimpinan dan ketulusan Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern, dalam merangkul umat muslim yang tinggal di negara mereka,” sebut Erdogan dalam tulisannya.


Erdogan juga menantang negara-negara Barat dengan menyatakan bahwa negara-negara Barat memiliki ‘tanggung jawab tertentu’ setelah aksi teror di dua masjid New Zealand pada Jumat (15/3) lalu menewaskan 50 orang.

Lebih lanjut, Erdogan menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menolak ‘normalisasi rasisme, xenofobia dan Islamofobia, yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir’. Menurut Erdogan, xenofobia dan Islamofobia di masa lalu berhadapan dengan ‘kebisuan di Eropa dan bagian lain dari dunia Barat’.

“Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi,” tegasnya.

“Jika dunia ingin mencegah serangan serupa seperti di New Zealand terjadi di masa mendatang, harus dimulai dengan menetapkan bahwa apa yang terjadi merupakan produk kampanye kotor terkoordinasi,” imbuh Erdogan dalam tulisannya.

Pada tulisannya ini, Erdogan juga menekankan bahwa ‘tidak ada perbedaan antara pembunuh yang menewaskan orang-orang tak bersalah di New Zealand dan mereka-mereka yang melakukan aksi teroris di Turki, Prancis, Indonesia dan lokasi lainnya’.

Erdogan sebelumnya dikecam karena mempertontonkan rekaman aksi teror di New Zealand dalam kampanye di Istanbul pada Sabtu (16/3) lalu. Video aksi teror itu diputar lewat layar besar saat kampanye.

Kecaman utama muncul dari kubu oposisi di Turki, Partai Rakyat Republik dan pemimpin Partai Kebahagiaan Mutlak, Temel Karamollaoglu. Kubu oposisi mengatakan Presiden Erdogan menggunakan video itu untuk menambah angka dukungan menjelang pemilihan daerah sebelum akhir bulan ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) New Zealand, Winston Peters, menyatakan telah menghubungi Menlu Turki untuk menyampaikan keprihatinan atas penggunaan video teror itu dalam kampanye Erdogan.

(nvc/ita)