Erdogan Kritik Keras Presiden Mesir karena Eksekusi Mati 9 Orang

Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik tajam Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi terkait eksekusi mati 9 tahanan di Mesir baru-baru ini. Erdogan menyatakan dirinya menolak untuk berbicara dengan “seseorang seperti dia”.

“Mereka membunuh sembilan orang baru-baru ini. Ini bukan sesuatu yang bisa kita terima,” kata Erdogan dalam wawancara dengan dua saluran TV Turki, CNN-Turk dan Kanal D, mengacu ke eksekusi 9 tahanan Mesir pada Rabu (20/2) lalu. Kesembilan tahanan itu dieksekusi mati atas kasus pembunuhan seorang jaksa terkemuka pada tahun 2015.

“Tentu saja kita akan diberitahukan bahwa itu keputusan pengadilan, tapi di sana, pengadilan, pemilihan, semua itu, omong kosong. Ada sistem otoriter, bahkan totaliter,” cetus Erdogan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/2/2019).


“Sekarang, saya menjawab mereka yang bertanya-tanya mengapa Tayyip Erdogan tidak berbicara pada Sisi, karena ada beberapa mediator yang datang ke sini kadang-kadang, tetapi saya tidak akan pernah berbicara dengan seseorang seperti dia,” tegas Erdogan.

Hubungan antara Turki dan Mesir telah hampir tidak ada sejak militer Mesir yang saat itu dipimpin oleh Sisi, pada 2013 menggulingkan Presiden Mohamed Morsi, sekutu dekat Erdogan.

Di bawah pemerintahan Presiden Sisi, gerakan Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Morsi kemudian dinyatakan terlarang di Mesir. Namun sejumlah anggota kelompok tersebut telah mencari perlindungan di Turki.

Dalam wawancara televisi tersebut, Erdogan juga menyerukan pembebasan para tahanan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

“Pertama-tama, dia harus membebaskan semua orang yang dipenjara dengan amnesti umum. Selama orang-orang ini belum dibebaskan, kita tidak akan dapat berbicara dengan Sisi,” tutur Erdogan.

Erdogan juga menyerang negara-negara Barat yang menurutnya telah “menggelar karpet merah” bagi Sisi dan menutup mata atas eksekusi-eksekusi terbaru di Mesir.
(ita/ita)