Eks Penasihat Paus Fransiskus Dibui 6 Tahun Atas Kejahatan Seks 2 Anak

Melbourne – Kardinal George Pell divonis enam tahun penjara atas tindak kejahatan seks terhadap dua bocah laki-laki. Pell yang mantan Bendahara Takhta Suci Vatikan ini juga akan tercatat sebagai sex offender atau pelaku kejahatan seks selama sisa hidupnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019), hakim Peter Kidd dari Pengadilan Victoria di Australia menyebut ada kemungkinan bahwa dengan usia Pell yang kini menginjak 77 tahun, maka dia akan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.

Pell yang mantan penasihat top Paus Fransiskus, sejauh ini merupakan rohaniwan Gereja Katolik Roma paling senior yang dinyatakan bersalah atas tindak kejahatan seks terhadap anak-anak.


Pell dinyatakan bersalah atas lima dakwaan kekerasan seksual terhadap dua anak laki-laki pada akhir tahun 1996 dan awal tahun 1997. Lima dakwaan itu terdiri atas empat dakwaan perbuatan cabul dan satu dakwaan penetrasi seksual.

Kedua korban merupakan anggota paduan suara gereja dan masih berusia 13 tahun saat tindak kekerasan seksual ini terjadi. Tindakan bejat Pell itu terjadi setelah misa hari Minggu, tepatnya di dalam sebuah ruangan dan sebuah koridor di Katedral St Patrick di Melbourne, tempat Pell pernah menjadi Uskup Agung.

“Dalam pandangan saya, tindakan Anda itu dipicu oleh arogansi Anda yang mengejutkan,” ujar Hakim Kidd saat menjatuhkan hukuman untuk Pell. “Dilihat secara keseluruhan, saya menganggap kesalahan moral Anda pada kedua kasus sangat tinggi,” imbuhnya.

Saat hukuman dijatuhkan dalam persidangan yang digelar selama lebih dari satu jam, Pell sama sekali tidak menunjukkan emosi apapaun. Dalam kasus ini, Pell bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan telah mengajukan banding yang dijadwalkan akan disidangkan pada Juni mendatang.

Hakim Kidd menyebut Pell sebagai Uskup Agung saat tindak pidana ini terjadi, mengira dirinya bisa mengendalikan situasi jika ketahuan. Pell juga disebut meyakini korban-korbannya tidak akan melapor.

Hakim Kidd juga menyatakan Pell sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya dan hukuman yang dijatuhkan telah mencerminkan hal itu.

“Kardinal Pell, saya menyatakan tanpa keraguan bahwa, berdasarkan fakta-fakta spesifik kasus Anda, ada kepercayaan jelas dengan para korban dan Anda melanggar kepercayaan itu dan menyalahgunakan jabatan Anda untuk melakukan pelanggaran hukum ini,” tegas hakim Kidd.

(nvc/ita)