Dubes Kanada Dipecat karena Komentari Bos Huawei, Ini Kata China

Beijing – Kementerian Luar Negeri China hanya memberikan komentar singkat soal pemecatan Duta Besar (Dubes) Kanada untuk China oleh Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau. Pemecatan itu terkait komentar kontroversial sang Dubes soal permohonan ekstradisi petinggi Huawei yang diajukan otoritas Amerika Serikat (AS).

John McCallum dianggap mempermalukan pemerintahan PM Trudeau dengan menyebut dalam permohonan ekstradisi yang diajukan AS, Chief Financial Officer (CFO) Huawei Technologies Co Ltd, Meng Wanzhou, bisa saja menyampaikan argumen kuat untuk melawan ekstradisi itu. Meng yang merupakan putri pendiri Huawei ditangkap di Vancouver bulan lalu, atas permintaan otoritas AS yang menuduh Meng terlibat aktivitas melanggar sanksi-sanksi AS untuk Iran.

McCallum juga sempat menyebut permohonan ekstradisi yang diajukan AS untuk Meng ‘cacat’. Sehari setelah melontarkan komentar itu, McCallum menyebut dirinya telah ‘salah berbicara’ dan menyesali pernyataannya yang menimbulkan ‘kekacauan’ itu.


Dalam pernyataannya, PM Trudeau mengaku dirinya meminta McCallum untuk mengundurkan diri, tapi tak menyebut alasan di balik keputusannya tersebut.

“Persoalan yang Anda sebutkan adalah urusan internal untuk Kanada. China tidak akan berkomentar,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam konferensi pers di Beijing, China seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019).

Geng menekankan kembali seruan China agar Kanada ‘mengambil pilihan yang benar’ dan membebaskan Meng agar dia bisa kembali ke China. Meng sendiri telah bebas bersyarat setelah membayar jaminan sebesar CAN$ 10 juta.

Saat ini Meng tinggal di sebuah rumah mewah di Vancouver sembari menunggu proses ekstradisinya. Selama di Kanada, Meng diwajibkan memakai gelang kaki elektronik untuk memantau pergerakannya. Dia dilarang keluar rumah pada pukul 23.00 malam hingga pukul 07.00 pagi setiap harinya.

Komentar keras disampaikan surat kabar nasional China Daily yang pada editorialnya edisi Senin (28/1) waktu setempat mengomentari pemecatan McCallum. China Daily menyebut pihak-pihak yang menyerang McCallum ‘seharusnya merasa malu atas diri mereka sendiri’.

“Trudeau memecat Duta Besar, ini menunjukkan betapa sensitifnya Ottawa terhadap situasi kacau yang menjeratnya sendiri karena perintah AS,” tulis China Daily dalam editorial berbahasa Inggris.

“Solusi terbaik bagi Ottawa untuk kembali bangkit dengan kredibilitas dari kekacauan yang telah diciptakannya adalah mengakui kesalahan penilaiannya dan mengembalikan kebebasan pada Meng,” tegas China Daily.

“Diharapkan Ottawa akan mengambil pilihan bijaksana, sebuah pilihan yang didasarkan pada alasan dan keadilan dan bukan pada penghitungan politik soal bagaimana menjalin hubungan baik dengan negara tetangga di sebelah selatannya yang suka ribut itu,” imbuh surat kabar China tersebut.

Dalam komentar kontroversialnya yang disampaikan ke media berbahasa China, McCallum menyebut Meng memiliki ‘argumen cukup baik di pihaknya’ dan ekstradisinya ke AS ‘tidak akan menjadi hasil yang menggembirakan’. Komentar itu ditayangkan pada Rabu (23/1) pekan lalu. Setelah tayangan itu, McCallum mengakui dirinya ‘salah berbicara’.

Namun pada Jumat (25/1) lalu, pernyataan McCallum kembali dikutip, yakni yang menyebut bahwa ‘situasi akan lebih baik bagi Kanada’ jika AS menarik permintaan ekstradisi terhadap Meng.

(nvc/ita)