Drone Melintas, Lepas Landas di Bandara Heathrow Dihentikan

London – Aktivitas lepas landas di Bandara Heathrow, London, Inggris sempat dihentikan sementara gara-gara sebuah drone. Drone itu terdeteksi mengudara di dekat area bandara.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Rabu (9/1/2019), juru bicara Bandara Heathrow menuturkan bahwa drone itu pertama kali terlihat di sekitar kawasan bandara pada Selasa (8/1) sore, sekitar pukul 17.05 waktu setempat. Kemunculan drone itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas penerbangan.

“Pihak bandara bekerja secara seksama dengan Kepolisian Metropolitan (London) untuk mencegah setiap ancaman terhadap keselamatan operasional,” demikian pernyataan juru bicara Bandara Heathrow soal insiden itu.


Dituturkan oleh juru bicara tersebut, seluruh aktivitas lepas landas atau penerbangan keberangkatan pada Selasa (8/1) waktu setempat terpaksa dihentikan sementara selama penyelidikan dilakukan.

“Sebagai langkah pencegahan, kami menghentikan seluruh penerbangan keberangkatan sementara kami melakukan penyelidikan. Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi,” sebut pernyataan pihak Bandara Heathrow via TWitter.

Aktivitas pendaratan di Bandara Heathrow tidak terpengaruh oleh insiden ini.

Beberapa saat usai mengumumkan penghentian aktivitas lepas landas, otoritas Bandara Heathrow menyatakan operasional kembali normal. Namun mereka terus memantau situasi terkini secara seksama.

Insiden drone di Bandara Heathrow terjadi beberapa pekan setelah sejumlah drone terdeteksi terbang di sekitar Bandara Gatwick yang juga ada di London. Insiden itu memicu penghentian aktivitas penerbangan selama 36 jam dan mengakitkan 150 ribu penumpang telantar. Kepolisian menyebut insiden itu ‘disengaja, tidak bertanggung jawab dan direncanakan’. Namun pelaku di balik insiden drone itu belum ditangkap.

Sejak insiden itu terjadi, Bandara Gatwick berinvestasi pada teknologi anti-drone sedangkan Bandara Heathrow baru akan melakukan hal serupa.

Sebagai respons atas insiden drone di Gatwick, Menteri Transportasi Inggris, Chris Grayling, menyatakan bahwa zona larangan drone di sekitar bandara-bandara Inggris akan diperluas dan para operator drone diwajibkan mendaftar. Zona larangan drone yang sekitar ditetapkan 1 kilometer, rencananya akan diperluas menjadi 5 kilometer.

Tidak hanya itu, nantinya kepolisian juga akan diberi wewenang baru untuk ‘menangkal gangguan drone’. Wewenang baru itu akan diatur dalam legislasi yang memperbolehkan polisi untuk mendaratkan paksa, menyita dan memeriksa setiap drone yang melanggar zona larangan drone di sekitar bandara. Polisi juga akan memiliki wewenang untuk menjatuhkan denda pada setiap operator drone yang tidak mematuhi instruksi untuk mendaratkan drone atau tidak mampu menunjukkan sertifikat resmi untuk mengoperasikan drone. Denda bisa mencapai 100 Poundsterling (Rp 1,7 juta).

(nvc/ita)