Dituduh Berbuat Tak Sopan pada Aktivis Perempuan, Eks Wapres AS Membantah

Jakarta – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meyakini dirinya tidak pernah bertindak tak pantas seperti yang dituduhkan seorang aktivis perempuan. Biden dituduh membuat aktivis Lucy Flores tidak nyaman dengan menciumnya dalam kampanye 2014 lalu.

“Selama bertahun-tahun dalam kampanye dan kehidupan publik, saya telah memberikan jabat tangan, pelukan, ekspresi kasih sayang, dukungan dan kenyamanan yang tak terhitung. Dan tidak pernah–tidak pernah–saya yakin saya bertindak tidak semestinya. Jika dianggap saya melakukannya, saya akan mendengarkan dengan hormat. Tetapi itu bukan niat saya,” kata Biden dilansir Reuters, Senin (1/4/2019).

Tuduhan tersebut dibuat dalam sebuah tulisan esai online yang diterbitkan pada Jumat oleh Lucy Flores, aktivis partai yang pernah maju menjadi kandidat gubernur letnan Nevada. Flores mengatakan Biden juga menyentuh pundaknya dan mencium rambutnya ketika mereka menghadiri sebuah acara bersama-sama, yang membuatnya tidak nyaman.

“Saya mungkin tidak mengingat momen-momen ini dengan cara yang sama dan saya mungkin terkejut dengan apa yang saya dengar. Tetapi kita telah sampai pada saat yang penting ketika perempuan merasa mereka bisa dan harus menceritakan pengalaman mereka dan pria harus memperhatikan. Dan saya akan melakukannya,” kata Biden menambahkan.

Berbicara pada Minggu (31/3) waktu setempat kepada CNN dalam acara ‘State of the Union’, Flores mengatakan dia senang bahwa Biden mau mendengarkan tetapi dia juga menuntut mantan wakil presiden itu mengakui bahwa perilakunya salah.

“Jika dia mengatakan dirinya tidak pernah percaya bahwa itu tidak pantas, terus terang, menurut saya itu sedikit tidak nyambung,” ucap Flores.

“Saya ingin dia mengubah perilakunya. Saya ingin dia mengakui itu salah,” tambahnya.

Biden menjabat selama 8 tahun sebagai wakil presiden, mendampingi Presiden Barack Obama dan 36 tahun sebagai senator AS. Dia belum mengatakan apakah dirinya akan maju sebagai presiden di 2020 tetapi diperkirakan segera mengumumkannya.

Tuduhan itu mungkin dapat menimbulkan pertanyaan apakah sang mantan wakil presiden masih bisa mencalonkan diri meskipun sejumlah politikus Demokrat pada hari Minggu membela Biden.
(gbr/ita)