Diprotes Umat Kristen Arab, Museum Israel Akan Copot ‘McJesus’

Tel Aviv – Karya seni ‘McJesus’ yang menuai protes umat Kristen Arab di Israel, akan dicopot dari pameran di museum Israel. Pencopotan dilakukan setelah aksi protes terhadap karya seni itu marak digelar warga Kristen setempat.

McJesus‘ yang dibuat seniman Kristen asal Finlandia, Jani Leinonen, menampilkan maskot restoran cepat saji, Ronald McDonald, disalib seperti Yesus. ‘McJesus’ dipamerkan bersama beberapa karya seni lainnya, termasuk boneka Ken dan Barbie yang dimaksudkan menggambarkan Yesus dan Perawan Maria.

Karya seni itu memicu aksi protes saat dipamerkan di Haifa Museum of Art yang ada di Israel, sebagai bagian dari pameran ‘Sacred Goods‘ yang bertemakan agama dan keyakinan dalam budaya konsumerisme. Pameran digelar di Israel sejak Agustus 2018.


Juru bicara museum menyebut karya seni itu telah banyak dipajang ‘di banyak museum Eropa’ dan ‘menyinggung soal penggunaan simbol-simbol agama secara sinis oleh korporasi-korporasi besar’. Pihak museum sebelumnya menolak untuk mencopot karya seni yang diprotes itu. Mereka berargumen bahwa pencopotan karya seni karena tekanan pihak luar, jelas merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi.
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (18/1/2019), Wali Kota Haifa, Einat Kalish-Rotem, melalui akun Facebook resminya menyatakan ‘McJesus’ akan dicopot ‘sesegera mungkin’. Dalam pernyataannya, Kalish-Rotem meminta publik memisahkan keputusan pencopotan karya seni dengan aksi protes yang terjadi.

“Dalam kesepakatan dengan para pemimpin gereja dan mengingat kesepakatan peminjaman untuk patung ‘McJesus’ akan segera berakhir, karya seni itu akan dicopot dan dikembalikan sesegera mungkin,” tulis Kalish-Rotem dalam pernyataannya.

Postingan Kalish-Rotem juga melampirkan salinan dokumen kesepakatan peminjaman karya seni yang sebenarnya dimiliki oleh sebuah galeri di Finlandia itu. Salinan dokumen menunjukkan karya seni itu harus dikembalikan ke Finlandia pada akhir bulan ini.

“Karya seni lainnya akan digantung di sebuah ruangan tertutup,” imbuh Kalish-Rotem.

“Tanpa keterkaitan apapun, kami meyakini kebebasan berbicara sebagai bagian dari landasan demokrasi. Kami menyesalkan penderitaan yang dirasakan komunitas Kristen di Haifa, dan luka fisik dan kekerasan yang mengikutinya,” cetusnya.

Meskipun Kalish-Rotem tidak menyebut waktu pasti pencopotan itu, kalangan Kristen Arab setempat memandang keputusan pencopotan ‘McJesus’ sebagai kesempatan untuk rekonsiliasi.

“Pemenang hari ini adalah rakyat Haifa. Pencopotan patung ini mencerminkan keinginan kita untuk hidup berdampingan di kota ini,” tegas seorang penasihat pemimpin gereja setempat, Wadie Abu Nassar, yang sebelumnya menyebut ‘McJesus’ sebagai penghinaan simbol agama Kristen.

Terlepas dari itu semua, seniman yang membuat karya seni ‘McJesus’, Leinonen, diketahui juga menginginkan hasil karyanya segera dicopot dari museum Israel. Disebutkan bahwa Leinonen memiliki alasan tersendiri dalam meminta karyanya itu tidak dipamerkan di Israel.

Dilaporkan AFP, Leinonen yang pro-Palestina ini telah meminta sejak September 2018 agar Haifa Museum of Art segera mencopot ‘McJesus’ dari pamerannya ‘sebagai protes terhadap pelanggaran HAM Israel’ terhadap Palestina. Setelah mendengar adanya aksi protes di Israel terhadap karya seninya, Leinonen kembali menghubungi kurator museum itu untuk mencopot ‘McJesus’.

(nvc/ita)