Dilindungi Pemerintah, Jurnalis Meksiko Diduga Tewas Dibunuh

Mexico City – Seorang jurnalis ditemukan tewas di wilayah Meksiko bagian barat laut. Terdapat luka-luka di bagian toraks pada jenazah jurnalis yang diduga dibunuh tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), jenazah itu diidentifikasi sebagai Rafael Murua Manriquez (34) yang merupakan jurnalis radio setempat.

Jenazah Manriquez ditemukan pada Minggu (20/1) sore waktu setempat, di tepi jalanan antara kota Santa Rosalia dan San Ignacio yang ada di wilayah Baja California Sur. Dituturkan kantor jaksa setempat bahwa jenazah itu memiliki luka-luka di bagian toraks atau dada. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal luka tersebut.


Kronologi kematian Manriquez belum diketahui secara jelas. Belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait kematian Manriquez.
Menurut kelompok advokasi Article 19, Manriquez merupakan direktur sebuah stasiun radio komunitas bernama Radiokashana di kota Mulega, Baja California Sur. Wilayah Baja California Sur dikenal atas resort pantai Los Cabos yang glamor. Namun pertikaian sengit antara kartel-kartel narkoba setempat yang saling bermusuhan memicu rentetan aksi kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Manriquez sendiri diketahui pernah menerima sejumlah ancaman pembunuhan tahun lalu. Ancaman pembunuhan disebut datang dari pejabat setempat. Manriquez berada di bawah program perlindungan yang dijalankan pemerintah Meksiko terhadap jurnalis dan aktivis yang berisiko dalam bahaya. Dia bergabung dengan program itu sejak tahun 2017.

Gubernur Baja California Sur, Carlos Mendoza, mengecam pembunuhan Manqiuez tersebut. “Tindak kejahatan pengecut ini akan dihukum,” tegasnya.

“Solidaritas saya untuk keluarga korban dan semua jurnalis yang bekerja di Baja California Sur,” imbuhnya.

Manriquez masuk daftar panjang jurnalis yang menjadi korban tindak kekerasan di Meksiko. Kematian Manriqeuz ini merupakan kematian jurnalis kedua yang terjadi sejak Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menjabat pada 1 Desember 2018.

Article 19 yang membela kebebasan berekspresi dan akses pada informasi, mencatat lebih dari 122 jurnalis dibunuh sejak tahun 2000 di Meksiko. Angka pembunuhan di Meksiko juga dilaporkan melonjak hingga mencapai lebih dari 33 ribu kasus sepanjang tahun 2018.

(nvc/bag)