CEO Boeing Kembali Minta Maaf Atas Tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines

CEO Boeing Kembali Minta Maaf Atas Tragedi Lion Air dan Ethiopian AirlinesCEO Boeing, Dennis Muilenburg (Mark Wilson/Getty Images/AFP)

Chicago – Chief Executive Officer (CEO) Boeing, Dennis Muilenburg, kembali meminta maaf pada keluarga korban tragedi Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan total 346 orang. Ini menjadi momen kedua CEO Boeing meminta maaf terkait kecelakaan maut yang melibatkan pesawat buatannya, Boeing 737 MAX.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada para keluarga, yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa kami merasa buruk atas kecelakaan-kecelakaan ini dan kami meminta maaf atas apa yang terjadi, kami menyesali hilangnya nyawa dalam kedua kecelakaan,” ucap Muilenburg seperti dilansir CBS News, Kamis (30/5/2019).

Permintaan maaf ini disampaikan Muilenburg dalam wawancara terbaru dengan Norah O’Donnell selaku editor pelaksana dan penyiar ‘CBS Evening News‘.

“Kami meminta maaf atas dampak yang dirasakan pihak keluarga dan orang tercinta yang ditinggalkan, dan itu tidak akan pernah berubah, itu akan selalu ada bersama kami. Saya bisa memberitahu Anda bahwa itu mempengaruhi saya secara langsung sebagai pemimpin perusahaan ini, itu sangat sulit,” sebut Muilenburg.
Pada Oktober 2018, penerbangan Lion Air JT 610 jatuh sekitar 12 menit setelah lepas landas dan menewaskan seluruh 189 orang di dalam pesawat. Pada Maret tahun ini, penerbangan Ethiopian Airlines ET 302 jatuh sekitar 6 menit setelah lepas landas, menewaskan 157 orang.

Usai dua kecelakaan itu, seluruh pesawat Boeing 737 MAX di-grounded secara global.

Boeing menyatakan pembaruan (update) software kendali penerbangan pada Boeing 737 MAX telah siap dan tinggal menunggu sertifikasi Otoritas Penerbangan Federal AS atau FAA.

“Kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi dalam kecelakaan-kecelakaan ini, tapi kita bisa sangat tegas dalam menentukan apa yang akan kita lakukan soal isu keamanan di masa mendatang,” ujar Muilenburg.

“Jadi saya meminta maaf untuk itu, kami meminta maaf pada keluarga-keluarga yang terdampak, kami meminta maaf secara lebih luas kepada publik yang bepergian yang kepercayaannya telah terdampak,” imbuhnya.

O’Donnell lalu bertanya: “Orang-orang yang takut terbang?”

“Kami membuat para maskapai pelanggan kami terkena dampak, kami juga menyesali itu, dan kami melakukan peningkatan. Kami bertanggungjawab. Kami tahu kami memiliki perbaikan yang bisa dilakukan. Kami akan melakukan perbaikan itu dan kami berkomitmen terhadap keamanan dalam jangka panjang,” tandas Muilenburg.

Simak Juga ‘Boeing 737 Max 8 Dilarang Jadi Angkutan Lebaran 2019’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/haf)