Calon Pengantin dan 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Truk di Filipina

Manila – Kecelakaan maut sebuah truk di Filipina menewaskan 13 orang termasuk seorang calon pengantin wanita dan dua anak-anak. Kecelakaan terjadi saat truk ini membawa wanita tersebut dan orang-orang yang baru menghadiri seremoni tradisional pra-pernikahan.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/6/2019), truk jenis dump truck itu terguling saat melintasi jalan raya di kawasan pegunungan di Provinsi Camarines Sur pada Sabtu (8/6) waktu setempat. Trump yang membawa 53 penumpang itu tiba-tiba kehilangan kendali dan terguling.

Penyidik kepolisian kota San Fernando, Victor Quinao, menyebut kecelakaan ini melukai puluhan orang yang ada di dalam truk tersebut.


Quinao mengatakan, orang-orang yang ada di dalam truk tersebut, baru saja mengikuti tradisi Filipina saat calon pengantin pria dan keluarganya mengunjungi rumah calon pengantin wanita untuk secara resmi melamarnya. Quinao menyatakan bahwa calon pengantin wanita ikut tewas dalam kecelakaan itu.

“Truk itu hilang kendali dan terguling, melemparkan beberapa penumpangnya sementara yang lain terhimpit,” tutur Quinao kepada AFP.

Quinao menyatakan tidak tahu secara pasti mengapa sang calon pengantin wanita berada di dalam truk nahas tersebut.

“Itu merupakan dump truck yang biasa dipakai untuk mengangkut tanah dan pasir dan dimiliki oleh pemerintah lokal. Tampaknya truk itu dipinjam untuk acara tersebut. Para penumpang memasang bangku tambahan sedang yang lain berdiri,” sebut Quinao dalam keterangannya.

Selain menewaskan calon pengantin mempelai wanita yang tidak disebut namanya, kecelakaan itu juga menewaskan dua anak yang berusia 4 tahun dan 5 tahun.

Penyebab kecelakaan ini masih dalam penyelidikan. Kepolisian setempat menyatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan kelalaian si pengemudi truk tersebut.

Kecelakaan mematikan cukup sering terjadi di Filipina, di mana kebanyakan bus dan sarana transportasi tidak dirawat dengan baik serta para pengemudinya kurang terlatih. Anggota parlemen setempat mengkritik otoritas Filipina terkait penggunaan kendaraan yang tidak aman, dengan menyebut pemerintah membiarkan ‘peti mati beroda’ untuk melaju di jalanan.

(nvc/ita)