California Umumkan Moratorium Hukuman Mati karena Dianggap Gagal Total

California – Gubernur California, Amerika Serikat, Gavin Newsom menerapkan moratorium hukuman mati di negara bagian yang dipimpinnya. Dengan moratorium ini, sebanyak 737 orang terpidana mati mendapat penangguhan hukuman mati.

“Hukuman mati telah gagal total. Itu membedakan berdasarkan warna kulit Anda atau berapa banyak uang yang Anda hasilkan,” ujar Newsom pada konferensi pers, Rabu (13/3) waktu setempat. “Itu tidak efektif, tidak dapat diubah, dan tidak bermoral,” imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/3/2019).

“Itu (hukuman mati) bertentangan dengan nilai-nilai yang kita perjuangkan — itulah sebabnya California menghentikan sistem yang gagal ini,” tandasnya.


Newsom, politikus Partai Demokrat yang mulai menjabat pada Januari lalu, selama ini telah menjadi penentang keras hukuman mati. Terakhir kali hukuman mati dilaksanakan di negara bagian tersebut adalah pada tahun 2006.

Newsom pun berharap California dan Amerika Serikat secara keseluruhan pada akhirnya akan menghapuskan hukuman mati untuk selamanya. “Kita tak ingin bergabung dengan Arab Saudi… Korea Utara. Kita tidak ingin menjadi bagian dari apa yang terjadi di Iran, di Irak, China, Somalia, Pakistan dan Mesir,” tutur Newsom.

“Itulah negara-negara — yang lima terakhir itu — yang bergabung dengan AS dalam mengeksekusi warga negaranya paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya di bumi,” imbuhnya.

Newsom yang tampak emosional saat konferensi pers, menyatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan kerabat para korban dan mengakui bahwa mereka berbeda pendapat mengenai hukuman mati.

“Saya bertemu seseorang kemarin yang mengatakan bahwa ini tentang membasmi kejahatan, dan Anda punya tanggung jawab untuk membasmi kejahatan dengan mengeksekusi mereka yang divonis mati,” tutur Newsom.

“Saya juga bertemu seorang ibu yang mengatakan … Anda tak berhak mencabut nyawa orang lain atas nama putri saya yang dibunuh,” katanya.
(ita/ita)