Cacar Monyet Muncul untuk Pertama Kalinya di Singapura

Singapura – Virus monkeypox (cacar monyet) untuk pertama kalinya ditemukan di Singapura. Virus itu ditemukan pada seorang pria Nigeria.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (12/5/2019), monkeypox atau cacar monyet adalah virus yang mirip dengan cacar yang biasa terjadi pada manusia. Virus ini sebenarnya sudah diberantas pada 1980. Virus ini tidak menyebar dengan mudah dari orang ke orang tapi dalam kasus yang langka, virus ini dapat berakibat fatal.

Infeksi virus cacar monyet pada manusia hanya pernah dilaporkan 3 kali di luar Afrika yaitu di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Demikian keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di AS.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa pasien yang terinfeksi adalah seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di negara tersebut pada akhir April. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung. Sebanyak 23 orang telah diidentifikasi sempat melakukan kontak fisik dengan pria itu.

“Meskipun risiko penyebarannya rendah, Kementerian Kesehatan mengambil tindakan pencegahan,” kata kementerian.

Sebelum tiba di Singapura, pria itu menghadiri pernikahan di Nigeria dan bisa jadi makan daging liar yang menjadi sumber transmisi virus. Daging yang dimaksud bisa jadi simpanse, gorila, kijang, burung, atau hewan pengerat.

Cacar monyet biasanya berlangsung selama 2-4 minggu, dimulai dari demam dan sakit kepala lalu berlanjut ke benjolan kecil (pustula) yang menyebar ke seluruh tubuh.

Kasus monkeypox (cacar monyet) pernah dilaporkan menyebar di Afrika barat dan tengah sejak 1970-an. Kasus pertama di luar Afrika dilaporkan terjadi di AS pada 2003. Sementara pada September 2018 lalu, Inggris melaporkan kasus cacar monyet pertamanya yang masih terkait perjalanan dari Nigeria.
(imk/dhn)