Buaya 80 Tahun Kesayangan Warga Mati Ditembak, Kota di Australia Berduka

Darwin – Para penduduk kota Cardwell di Australia Utara tengah berduka karena buaya kesayangan mereka ditemukan mati. Buaya berusia 80 tahun yang populer di kalangan warga lokal dan para turis itu diketahui mati ditembak di kepala.

Dilaporkan media lokal 7 News Australia dan dilansir CNN, Kamis (7/3/2019), seorang nelayan menemukan bangkai buaya air asing yang diberi nama Bismarck itu terapung di Meunga Creek, Cardwell, akhir pekan lalu. Diyakini buaya sepanjang 4,5 meter itu ditembak di bagian kepala.

“Baiklah, Cardwell ucapkan selamat tinggal pada salah satu daya tarik wisata terbesar Anda,” ucap Ryan Moody, nelayan setempat yang menemukan bangkai buaya itu, dalam postingan Facebook-nya.

“Buaya ini tidak pernah mengancam manusia,” tegasnya.
Pelaku yang menembak mati buaya itu belum diketahui pasti. Moody menyebut, saat ini ada risiko besar bahwa buaya lain yang lebih agresif akan pindah ke wilayah yang sebelumnya dikuasai Bismarck.

“Menakjubkan bagaimana manusia bisa membuat situasi lebih berbahaya melalui aksi kebodohan murni,” sebut Moody.

Merujuk pada pelaku yang belum diketahui identitasnya, Moody menambahkan: “Saya bertanya apakah dia suka jika saya mendatanginya dan menghujani kepalanya dengan tinju saya selama satu jam. Mungkin tidak.”

Dilaporkan media lokal lainnya, ABC, bahwa ‘memorial day‘ tengah direncanakan secara khusus untuk Bismarck, lengkap dengan seremoni berkabung secara publik yang akan digelar pada waktu yang belum ditentukan.

“Kami melihat Bismarck sebagai bagian dari komunitas kami, dia memiliki jiwa yang lembut yang bisa dimiliki seekor buaya,” sebut salah satu warga kota Cardwell, Thea Ormonde, kepada ABC.

“Kami ingin mengenang raksasa yang jinak ini karena dia tidak pernah memicu masalah apapun untuk siapa pun,” imbuhnya.

(nvc/rna)