Bos Amazon Duga Ancaman Foto Mesum Dirinya Terkait Kasus Khashoggi

Washington DC – Miliarder Amerika Serikat (AS) pemilik Amazon dan The Washington Post, Jeff Bezos, menuduh penerbit American Media Inc (AMI) berupaya memeras dirinya terkait ancaman dirilisnya foto-foto tak senonoh dirinya. Bezos mengaitkan upaya pemerasan dengan kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Beberapa waktu lalu, Bezos yang merupakan orang terkaya di dunia itu, mengklaim bahwa tabloid National Inquirer — milik penerbit AMI — mengancam akan menyebarkan foto-foto tak senonoh dirinya jika permintaan tabloid itu tidak dipenuhi.

Diketahui bahwa sebelumnya National Enquirer mengungkap skandal perselingkuhan Bezos dengan seorang mantan presenter bernama Lauren Sanchez. Terkait hal itu, Bezos melakukan penyelidikan independen untuk mencari tahu cara National Inquirer mendapatkan informasi intim soal hubungannya dengan Sanchez. Bezos menuduh penerbit AMI berupaya memerasnya agar menghentikan penyelidikan itu.


Seperti dilaporkan The Guardian dan dilansir Hurriyet Daily News, Senin (11/2/2019), Bezos memaparkan tuduhan terhadap penerbit AMI itu melalui tulisan panjang via blog-nya pada Jumat (8/2) lalu. Disebutkan Bezos bahwa tabloid National Inquirer dan penerbit AMI memiliki keterkaitan dengan otoritas Arab Saudi.

Menurut Bezos, pengungkapan hubungannya dengan Sanchez didasari motif politik dan mengindikasikan keterkaitan dengan Saudi. Dalam tulisannya, Bezos juga menyinggung soal kedekatan CEO AMI David Pecker dengan Presiden AS Donald Trump. Bezos sendiri merupakan pemilik surat kabar terkemuka AS, The Washington Post, di mana Khashoggi sempat menjadi salah satu kolumnisnya. Semasa hidup, Khashoggi kerap menulis artikel yang kritis terhadap Saudi.

Setelah Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 dan dicurigai melibatkan tim intelijen Saudi, The Washington Post gencar mengulas dugaan-dugaan keterlibatan pejabat tinggi Saudi, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam pembunuhan itu.

Dipaparkan Bezos bahwa penerbit AMI dan David Pecker telah ‘diselidiki atas berbagai tindakan yang mereka lakukan atas nama pemerintah Saudi’.

“AMI, pemilik National Enquirer, yang dipimpin oleh David Pecker, baru-baru ini mencapai kesepakatan imunitas dengan Departemen Keamanan (AS) terkait peran mereka dalam proses yang disebut ‘Catch and Kill’ atas nama Presiden Trump dan kampanye pemilunya. Pecker dan perusahaannya juga telah diselidiki atas berbagai tindakan yang mereka lakukan atas nama pemerintah Saudi,” tulis Bezos dalam tulisan di blog-nya seperti dikutip Business Insider.

“Beberapa hari lalu, seorang pemimpin AMI menyarankan kepada kami bahwa Pecker ‘sangat marah’ soal penyelidikan kami. Untuk sejumlah alasan yang masih harus dipahami lebih baik, sudut pandang Saudi tampaknya mengenai sesuatu yang sangat sensitif,” imbuhnya tanpa menjelaskan lebih lanjut sumber tulisannya ini.

Disebutkan The Guardian bahwa tidak diketahui secara jelas mengapa Bezos menarik keterkaitan antara AMI dan National Enquirer dengan pemerintah Saudi.

“Tapi para pengamat-pengamat politik dengan cepat mengingatkan bahwa Khashoggi, seorang kolumnis The Washington Post dan pengkritik pemerintah Saudi yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, seringkali secara kritik fokus pada hubungan nyaman antara Trump dengan Kerajaan (Saudi),” tulis The Guardian dalam artikelnya.

“Pecker juga dekat dengan Trump dan AMI di masa lalu telah mengakui pihaknya terlibat dalam praktik bernama ‘catch-and-kill’ — menekan kisah-kisah yang berpotensi merusak citra — untuk membantu Trump menjadi presiden. Trump juga mengobarkan perang kata-kata terhadap Bezos, pemilik Washington Post, yang kerap dikecamnya sebagai bagian dari ‘media berita palsu’,” imbuh The Guardian.

Diketahui bahwa Trump terang-terangan menyatakan dukungan untuk otoritas Saudi dan putra mahkotanya dalam kasus Khashoggi. Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait tulisan Bezos maupun laporan ini.

(nvc/bag)