Boeing Bantah Fitur Keamanan Pesawat 737 MAX Sengaja Dinonaktifkan

Washington DCBoeing menegaskan tidak pernah menjadikan fitur keamanan pada pesawat sebagai pilihan untuk pelanggan. Komentar Boeing ini menanggapi laporan media-media soal dinonaktifkannya sinyal malfungsi pada Boeing 737 MAX yang bermasalah.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/4/2019), dalam pernyataan terbaru, Boeing membantah pihaknya secara sengaja menonaktifkan sinyal malfungsi tersebut. Pernyataan ini menanggapi ramainya pemberitaan soal sinyal malfungsi pada Boeing 737 MAX yang dinonaktifkan sebelum kecelakaan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 terjadi.

Sinyal malfungsi yang disebut sebagai ‘disagree light‘ atau ‘disagree alert‘ dalam bahasa Boeing, merupakan peringatan yang akan menyala di kokpit ketika informasi keliru dikirimkan oleh sensor angle-of-attack (AOA) soal posisi hidung pesawat, kepada sistem Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS).


Diketahui bahwa sensor AOA bertugas memantau apakah kedua sayap memiliki cukup daya angkat untuk menjaga pesawat tetap mengudara. Sedangkan sistem MCAS dirancang untuk secara otomatis menurunkan hidung pesawat, jika sistem mendeteksi adanya posisi stall atau berkurangnya kecepatan di udara.
Laporan Wall Street Journal dan AFP sebelumnya menyebut Boeing tidak memberitahukan Southwest Airlines — pengguna Boeing 737 MAX terbesar dan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) soal sinyal malfungsi yang sengaja dinonaktifkan. Dilaporkan juga bahwa sinyal malfungsi menjadi opsi yang memerlukan biaya tambahan.

Juru bicara Southwest Airlines, dilansir AFP, menuturkan bahwa Boeing baru memberitahu soal sinyal malfungsi yang dinonaktifkan setelah kecelakaan Lion Air pada Oktober 2018. Saat itu, menurut Southwest Airlines, Boeing menyatakan sinyal malfungsi itu ‘dimatikan kecuali diminta secara khusus untuk diaktifkan’. Hal ini mengejutkan awak kokpit Southwest Airlines yang mengira sinyal malfungsi bisa dimatikan dan diaktifkan seperti model 737 sebelumnya.

Dalam penjelasan terbarunya, Boeing menyatakan pihaknya menawarkan para pelanggannya dua fitur pilihan berbayar terkait sensor AOA pada Boeing 737 MAX yang resmi diluncurkan tahun 2017 lalu. Fitur pertama adalah ‘AOA disagree alert‘ yang akan menyala ketika dua sensor AOA mengirimkan data yang berbeda. Fitur kedua adalah sebuah indikator AOA yang memberikan informasi kepada pilot soal taksiran sudut aktual pesawat di udara.

Ditegaskan Boeing dalam pernyataannya bahwa sinyal malfungsi atau ‘AOA disagree alert‘ itu bukanlah fitur keamanan dan tidak diperlukan untuk keamanan pesawat.

“Boeing menyertakan disagree alert sebagai fitur standar pada (Boeing 737) MAX, meskipun sinyal peringatan ini tidak dianggap sebagai fitur keamanan pada pesawat dan tidak diperlukan untuk keamanan operasional pesawat,” jelas Boeing dalam pernyataan pada situs resminya.

“Boeing tidak dengan sengaja atau sebaliknya menonaktifkan disagree alert pada pesawat-pesawat jenis MAX,” tegas Boeing, membantah laporan Wall Street Journal soal ‘sinyal malfungsi yang sengaja dinonaktifkan’.

Menurut Boeing, ‘AOA disagree alert‘ merupakan fitur mandiri yang ada pada setiap Boeing 737 MAX buatannya. “Namun, disagree alert tidak dapat dioperasikan pada semua pesawat karena fitur itu tidak diaktifkan seperti dimaksudkan,” sebut Boeing dalam pernyataannya.

Disagree alert terikat atau terkait dengan indikator angle-of-attack, merupakan fitur pilihan pada MAX. Kecuali maskapai memilih indikator angle-of-attack, disagree alert tidak dapat dioperasikan,” jelas pernyataan tersebut.

Penegasan yang sama disampaikan CEO Boeing Dennis Muilenburg pada Senin (29/4) waktu setempat saat menghadapi pemegang saham Boeing dan pers untuk pertama kalinya usai kecelakaan Ethiopian Airlines. “Kami tidak menjadikan fitur keamanan sebagai pilihan,” tegas Muilenburg seperti dikutip BBC.

Laporan AFP pada Maret lalu yang mengutip seorang sumber industri, menyatakan bahwa dua pesawat Boeing 737 MAX yang digunakan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 tidak dilengkapi dengan perangkat sinyal malfungsi atau ‘AOA disagree alert‘ tersebut.

Dalam kasus Lion Air dan Ethiopian Airlines yang memiliki kemiripan, sensor AOA diduga mengirimkan data keliru kepada sistem MCAS yang kemudian memaksa hidung pesawat turun ke bawah (nose down) secara otomatis saat pesawat baru saja lepas landas. Pilot kedua pesawat dilaporkan sama-sama berjuang untuk menaikkan hidung pesawat secara manual, namun gagal.

Boeing telah menyatakan bahwa menindaklanjuti modifikasi software yang tengah dilakukan, fitur ‘disagree alert‘ akan disediakan untuk seluruh Boeing 737 MAX.

“Saat MAX kembali dengan aman ke udara setelah modifikasi software disetujui dan disertifikasi, seluruh pesawat produksi MAX akan memiliki sebuah disagree alert yang aktif dan beroperasi dan sebuah indikator angle-of-attack yang menjadi pilihan. Seluruh pelanggan dengan pesawat MAX yang sudah dikirimkan sebelumnya, akan memiliki kemampuan untuk mengaktifkan disagree alert berdasarkan buletin layanan pada maskapai-maskapai,” janji Boeing.

“Kami yakin bahwa saat MAX kembali ke angkasa, pesawat itu akan menjadi salah satu pesawat yang paling aman untuk terbang,” tandas pernyataan Boeing tersebut.

Simak Juga ‘Sudah Uji Terbang, Boeing Siap Sertifikasi 737 MAX’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)