Boeing Akan Tetap Produksi 737 MAX Meski Dilarang Banyak Negara

Washington – Pihak Boeing menyatakan akan tetap merakit pesawat tipe 737 MAX meskipun banyak negara melarang operasionalnya di wilayah udara masing-masing. Raksasa penerbangan Amerika Serikat itu bertekad akan mempertahankan produksi pesawat setiap bulan di tengah persoalan yang muncul terkait tipe 737 MAX.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (15/3/2019), berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), telah menangguhkan operasional setidaknya 371 unit pesawat tipe Boeing 737 MAX. Penangguhan dilakukan usai insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX milik Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu.

Sementara itu, nyaris 5 ribu unit Boeing 737 MAX telah dipesan. Itu berarti dampak finansial yang dirasakan usai kecelakaan itu Boeing sangatlah besar.

“Kami terus merakit pesawat-pesawat 737 MAX sambil menganalisis bagaimana situasinya, termasuk potensi kendala kapasitas, yang akan berdampak pada sistem produksi kami,” ucap juru bicara Boeing, Chaz Bickers, dalam pernyataannya.
Disebutkan Boeing bahwa pihaknya akan mempertahankan angka produksi sebanyak 52 pesawat per bulan. Tipe MAX yang menjadi versi terbaru Boeing disebut menjadi bagian terbesar dalam produksi itu. Namun jumlahnya tidak diungkapkan lebih lanjut oleh Boeing.

Di sisi lain, pengumuman terus dilanjutkannya produksi Boeing 737 MAX ini menjadi kabar baik bagi ribuan karyawan Boeing — pembuat mesin, pegawai dan pengawas teknis — yang bekerja di pabrik perakitan di Renton, Washington.

Boeing tidak menyebut jumlah pasti pegawai yang secara spesifik bekerja untuk tipe MAX. Diketahui bahwa Boeing memiliki 70 ribu pegawai di Washington, namun tidak semuanya terlibat dalam proses produksi dan kebanyakan bekerja untuk tipe selain 737 MAX.

Keputusan Boeing tetap melanjutkan produksi ini tidaklah mengejutkan. Pengamat dirgantara, Cai Von Rumohr, dari manajemen investasi Cowen menyebut penghentian produksi karena banyaknya negara yang meng-grounded 737 MAX akan memberikan gangguan besar bagi Boeing.

Para pemasok juga akan terkena dampak jika mereka tidak bisa memproduksi dan mengantarkan suku cadang dan komponen yang dipakai Boeing. Terlebih, sebut Rumohr, Boeing sedang berupaya meningkatkan produksi agar bisa segera mengantarkan pesawat-pesawat itu ke konsumen mereka sesegera mungkin.

Terlepas dari itu, diketahui bahwa Boeing dan Otoritas Penerbangan Federal (FAA) sedang menyusun finalisasi software update yang dirancang untuk menjadikan Boeing 737 MAX lebih aman. Diperkirakan penyusunan itu akan selesai bulan depan. Namun untuk sementara waktu, seluruh Boeing 737 MAX yang ada di AS — jumlahnya 371 unit — akan di-grounded untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Saksikan juga video ‘Horor! Ini Kemungkinan Penyebab Boeing 737 Max Menukik’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)