Boeing 737 MAX Diprediksi Tak Akan Kembali Mengudara Hingga Agustus

MontrealAsosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan Boeing 737 MAX tidak akan kembali mengudara setidaknya hingga Agustus mendatang. Namun keputusan akhir soal waktu kembalinya pesawat terbaru Boeing itu bergantung pada regulator masing-masing negara.

Boeing 737 MAX di-grounded secara global sejak Maret lalu, setelah terjadi kecelakaan Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan 157 orang. Kecelakaan itu merupakan insiden kedua yang melibatkan pesawat jenis tersebut dalam jangka waktu lima bulan, tepatnya setelah tragedi Lion Air JT 610 pada Oktober 2018.

“Kami tidak memperkirakannya sebelum 10-12 minggu untuk masuk kembali dalam layanan (penerbangan),” sebut Direktur Umum IATA, Alexandre de Juniac, kepada wartawan di Seoul, Korea Selatan (Korsel), seperti dilansir Reuters, Rabu (29/5/2019).

“Tapi itu bukan di tangan kami. Itu ada di tangan para regulator,” imbuh De Juniac, merujuk pada otoritas penerbangan masing-masing negara.
IATA yang merupakan asosiasi maskapai penerbangan internasional ini beranggotakan ratusan maskapai dari seluruh dunia. IATA bertugas menetapkan standar bagi maskapai-maskapai.

IATA berencana menggelar sebuah pertemuan yang dihadiri maskapai-maskapai, regulator dan pihak Boeing dalam 5-7 pekan ke depan, untuk membahas soal apa saja yang dibutuhkan bagi Boeing 737 MAX agar bisa kembali mengudara.

Juniac menyebut industri penerbangan telah mengalami masa-masa sulit dalam enam bulan terakhir, dengan biaya bahan bakar, pekerja dan infrastruktur meningkat, kemudian ketegangan perdagangan semakin bertambah selain grounding Boeing 737 MAX secara global.

Dalam sebuah rapat IATA yang membahas Boeing 737 MAX di Montreal, Kanada, pekan lalu, maskapai-maskapai meminta pihak regulator untuk bekerja sama secara erat dalam memutuskan kembali mengudaranya Boeing 737 MAX.

“Kami berharap mereka akan menyelaraskan jangka waktu mereka,” ucapnya merujuk pada para regulator penerbangan.

Perwakilan regulator penerbangan AS mengatakan pada badan penerbangan PBB dalam briefing pekan lalu, Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serika (AS) atau FAA diperkirakan akan menyetujui kembalinya Boeing 737 MAX paling lambat Juni mendatang.

(nvc/ita)