Bikin Mahasiswa Produksi Ekstasi, Profesor Jepang Terancam 10 Tahun Bui

Tokyo – Bak serial televisi terkenal ‘Breaking Bad’, seorang profesor sebuah universitas di Jepang diduga membuat para mahasiswanya memproduksi ekstasi. Akibat tindakannya ini, si profesor terancam 10 tahun penjara.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/4/2019), profesor berusia 61 tahun yang tidak disebut identitasnya ini, diketahui mengajar farmakologi di Universitas Matsuyama, Jepang bagian barat.

Farmakologi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan obat-obatan, mempelajari interaksi antar obat, sistem dan proses kehidupan untuk kepentingan diagnosis, pencegahan, perawatan dan pengobatan penyakit.


Otoritas setempat menyatakan, profesor tersebut membuat para mahasiswanya memproduksi MDMA — sebutan untuk ekstasi — tahun 2013 lalu dan ‘designer drug‘ 5F-QUPIC tahun 2018 lalu. Designer drug merupakan sebutan untuk narkoba yang diproduksi di laboratorium.
Kepada para penyidik yang menginterogasinya, si profesor menyebut tindakannya itu bertujuan untuk meningkatkan ‘pendidikan’ untuk mahasiswanya yang belajar ilmu farmasi.

Dituturkan seorang pejabat Kementerian Kesehatan lokal yang enggan disebut namanya kepada AFP, ekstasi yang diproduksi oleh para mahasiswa itu ‘diduga telah dibuang’. Jumlah ekstasi yang diproduksi tidak disebut lebih lanjut.

Aturan hukum yang berlaku di Jepang mewajibkan seorang peneliti untuk mendapatkan surat izin dari otoritas setempat untuk bisa memproduksi narkotika demi keperluan akademis.

Jika dinyatakan bersalah atas tindakannya ini, si profesor terancam hukuman maksimum 10 tahun penjara.

Sementara itu, tidak diketahui pasti apakah ada kemiripan lain antara kasus si profesor Jepang ini dengan serial televisi ternama ‘Breaking Bad‘. Dalam serial televisi itu, karakter utamanya, Walter White — diperankan Bryan Cranston, merupakan mantan guru kimia yang didiagnosis kanker paru-paru yang tidak bisa disembuhkan dan mulai memproduksi methamphetamine kristal untuk membiayai perawatan medis dan menafkahi keluarganya.

Dalam aksinya memproduksi narkoba, sosok White terkadang mendapat bantuan dari bekas muridnya sendiri.

(nvc/ita)