Begini Komentar Edward Snowden Soal Penangkapan Julian Assange

Moskow – Mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat (AS) Edward Snowden mengomentari penangkapan pendiri WikiLeaks Julian Assange di London, Inggris. Apa kata Snowden?

“Para pengkritik Assange mungkin bersorak, tapi ini menjadi momen kelam bagi kebebasan pers,” tulis Snowden dalam pernyataan via Twitter, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2019).

Snowden diketahui melarikan diri dari AS setelah membocorkan ribuan dokumen soal program pengintaian jangka panjang pemerintah AS beberapa tahun lalu. Saat ini dia diketahui tinggal di Moskow, Rusia usai mendapat suaka politik dari pemerintah Rusia sejak tahun 2013. Otoritas Rusia memperpanjang izin tinggal Snowden hingga tahun 2020.


Dalam komentarnya, Snowden menyebut bahwa penangkapan Assange bertentangan dengan seruan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar Assange dibebaskan.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menetapkan penahanannya (Assange-red) sebagai penahanan sewenang-wenang, pelanggaran hak asasi manusia. Mereka telah berulang kali merilis pernyataan yang menyerukan agar dia (Assange-red) dibiarkan bebas — termasuk pernyataan paling terbaru,” tegasnya.

Diketahui bahwa dalam pernyataan terbaru via Twitter, Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Agnes Callamard, menyebut Inggris sekarang menahan Assange secara sewenang-wenang. “Ini mungkin membahayakan nyawanya,” sebutnya seperti dikutip dari situs resmi UN News.

Callamard juga menyebut bahwa ‘mengusir Assange dari kedutaan (Ekuador)’ dan membiarkannya ditangkap, telah membawa Assange ‘selangkah lebih dekat pada ekstradisi’. Diketahui bahwa setelah Assange ditangkap di London, Departemen Kehakiman AS menyatakan penangkapan itu dilakukan di bawah perjanjian ekstradisi antara AS dan Inggris.

Bahkan dakwaan terhadap Assange telah diungkap ke publik, yakni konspirasi peretasan komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung dengan jaringan pemerintah AS yang menyimpan dokumen-dokumen dan komunikasi rahasia. Aksi ini disebut sebagai bagian dari aksi pembocoran WikiLeaks tahun 2010 terkait ratusan ribu dokumen militer AS yang melaporkan misi perang di Afghanistan dan Irak, juga dokumen rahasia komunikasi diplomatik AS.

Inggris kini akan memutuskan apakah permohonan ekstradisi AS itu akan dikabulkan. Persidangan ekstradisi terhadap Assange akan dimulai pada 2 Mei mendatang. Otoritas Inggris sebelumnya dilaporkan telah memberikan jaminan tertulis pada Ekuador bahwa Assange tidak akan diekstradisi ke negara di mana dia bisa mengalami penganiayaan atau terancam hukuman mati.

Dalam sidang terpisah, Assange dinyatakan bersalah melanggar ketentuan pembebasan bersyarat terkait kasus ekstradisi ke Swedia tahun 2012, saat dia terjerat kasus pemerkosaan. Terkait pelanggaran ketentuan pembebasan bersyarat, Assange terancam hukuman maksimum 12 bulan di Inggris.

(nvc/ita)