Bandara Arab Saudi Diserang Rudal Houthi, 26 Orang Luka-luka

Riyadh – Serangan rudal dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengenai sebuah bandara di wilayah Arab Saudi bagian selatan. Sedikitnya 26 warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan rudal itu.

Pemberontak Houthi yang menguasai wilayah strategis di Yaman, menghadapi operasi dari koalisi pimpinan Saudi sejak Maret 2015. Beberapa pekan terakhir, Houthi melakukan perlawanan dengan meningkatkan serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi, melintasi perbatasan.

Dituturkan juru bicara koalisi pimpin Saudi, Turki al-Malki, seperti dikutip Saudi Presss Agency (SPA) dan dilansir AFP juga Reuters, Rabu (12/6/2019), bahwa serangan rudal Houthi itu mengenai bagian terminal kedatangan Bandara Abha pada Rabu (12/6) waktu setempat.


Delapan korban luka, sebut Al-Malki, dilarikan ke rumah sakit setempat. Sedangkan 18 korban luka lainnya menerima bantuan medis di lokasi.
Pemberontak Houthi sebelumnya menyatakan telah menembakkan sebuah rudal dengan target Bandara Abha yang berjarak 200 kilometer dari perbatasan Yaman-Saudi. Bandara tersebut diketahui melayani penerbangan rute domestik dan regional.

Akibat serangan rudal ini, operasional penerbangan di Bandara Abha menjadi kacau selama beberapa jam. Saat ini dilaporkan operasional bandara normal kembali. Abha yang merupakan ibu kota dari Provinsi Asir, terletak di area pegunungan subur Asir dan diketahui menjadi tujuan wisata populer bagi warga Saudi yang menghindari cuaca panas di Riyadh atau Jeddah.

Dalam pernyataannya, Al-Malki menyatakan sebuah ‘proyektil’ tak teridentifikasi mengenai bandara yang biasa digunakan ribuan penumpang setiap harinya. Disebutkan Al-Malki bahwa sedikitnya tiga wanita, salah satunya warga India, dan dua anak-anak Saudi mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Al-Malki menyebut insiden itu sebagai ‘serangan teroris’ terhadap target sipil, yang bisa dianggap sebagai ‘kejahatan perang’. Ditegaskan Al-Malki bahwa koalisi pimpinan Saudi akan ‘mengambil tindakan tegas’ untuk menangkal pemberontak dan melindungi warga sipil.

“Menargetkan Bandara Abha membuktikan bahwa Houthi telah mendapat persenjataan canggih dari Iran,” demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi. Selama ini diyakini bahwa Iran mendukung Houthi dalam konflik Yaman.

Serangan rudal ini terjadi setelah bulan lalu, sebuah fasilitas minyak Saudi diserang drone bersenjata yang diklaim oleh Houthi. Otoritas Saudi menuding Iran sebagai pihak yang memerintahkan serangan itu. Tuduhan itu dibantah keras oleh Iran.

(nvc/fdn)