Balita Anak WNI yang Tewas di Langkawi Jadi Korban Cinta Segitiga

Kuala Lumpur – Seorang balita perempuan berusia 3 tahun yang jasadnya ditemukan sebuah jurang di Langkawi, Malaysia, diduga menjadi korban konflik cinta segitiga yang melibatkan ibundanya yang seorang warga negara Indonesia (WNI) dengan pasangan suami-istri berkewarganegaraan Malaysia.

Pasangan suami-istri bernama Ramlan Abdul Rashid (37) dan Wan Roslina Wan Jusoh (40) telah ditangkap polisi terkait kematian balita bernama Aisyah Aleya Abdullah. Balita ini merupakan anak seorang wanita WNI bernama Rosmaliah Samo (31). Wanita WNI itu diketahui merupakan seorang ibu tunggal yang kerja di Malaysia.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (8/3/2019), hasil penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa ibunda balita itu, Rosmaliah, menjalin hubungan terlarang dengan Ramlan. Hubungan keduanya dirahasiakan dari istri Ramlan, Wan Roslina, yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit pemerintah.


Dituturkan kepala kepolisian setempat, Iqbal Ibrahim, bahwa Rosmaliah telah mengenal Ramlan sekitar sebulan setelah Ramlan rutin mendatangi kedai makan di Penang yang menjadi tempat Rosmaliah bekerja. Pada akhir November 2018, sebut Iqbal, Rosmaliah memutuskan pindah ke rumah Ramlan bersama putrinya. Kepada istrinya, Ramlan berdalih menyebut Rosmaliah akan menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di rumah mereka.
Rosmaliah dan Ramlan menjalani hubungan rahasia selama dua bulan hingga akhir Januari lalu, saat istri Ramlan menyadari suaminya punya hubungan intim dengan wanita lain. Pertengkaran sengit pun terjadi di antara tiga orang yang terlibat cinta segitiga itu.Akhirnya Rosmaliah diusir dari rumah Ramlan, tanpa membawa serta putrinya. Dia tinggal di sebuah restoran di Padang Matsirat setelah diperbolehkan bekerja di sana.

Iqbal menyatakan bahwa sang balita masih diperbolehkan tinggal di rumah Ramlan. “Pada akhir Februari, ibu tunggal itu (Rosmaliah-red) mendatangi rumah mereka (pasangan Malaysia) dan mendapati putrinya tidak lagi bersama mereka,” sebutnya.

“Mereka memberitahu bahwa Nur Aisyah Aleya (balita itu) telah diberikan kepada orang lain untuk diasuh,” imbuh Iqbal kepada wartawan setempat.

Rosmaliah diketahui melaporkan hilangnya Nur Aisyah ke polisi pada 3 Maret lalu. Saat polisi mendatangi rumah Ramlan, diketahui Ramlan dan istrinya telah meninggalkan Langkawi. Polisi lantas melakukan operasi pencarian besar-besaran, baik untuk pasangan suami-istri itu maupun untuk sang balita.

Ramlan dan istrinya ditemukan bersembunyi di sebuah rumah di Ampang, Kuala Lumpur dan ditangkap pada Selasa (5/3) lalu. Hasil interogasi kepolisian berujung temuan jasad sang balita di kawasan jurang Gunung Raya.

“Jasadnya dimasukkan ke dalam koper dan dilemparkan ke jurang. Kami meyakini balita itu tewas pada pertengahan Februari dan saat kami menemukannya, yang tersisa hanyalah kepala dan sedikit rambut,” sebut Iqbal.

Penyebab kematian balita itu belum diketahui pasti. Diketahui bahwa polisi menemukan tengkorak dan sedikit rambut balita itu di sebuah jurang yang berjarak 3 meter dari jalan raya. Bagian tubuh lainnya dari balita itu ditemukan di lokasi terpisah.

“Para tersangka mengklaim balita ini mengalami epilepsi di rumah mereka saat mereka bertengkar,” ucap Iqbal. Ramlan dan istrinya ditahan untuk tujuh hari ke depan. Kasus ini tengah diselidiki lebih lanjut sebagai pembunuhan oleh otoritas setempat.

(nvc/dhn)