Baku Tembak Lukai Istri dan Anak Dalang Utama Bom Sri Lanka

Colombo – Istri dan anak perempuan Zahran, dalang utama serangan bom Paskah di Sri Lanka, dilaporkan luka-luka dalam baku tembak yang pecah saat penggerebekan pada Jumat (26/4) lalu. Penggerebekan yang sama sebelumnya dilaporkan menewaskan 15 orang termasuk dua saudara laki-laki dan ayah Zahran.

Diketahui bahwa otoritas kepolisian dan militer Sri Lanka menggerebek sejumlah lokasi persembunyian militan di kawasan Sainthamaruthu, Kalmunai, sebelah selatan Batticaloa, kota pantai timur Sri Lanka pada Jumat (26/4) lalu. Penggerebekan itu diwarnai tiga ledakan bom bunuh diri dan baku tembak sengit.

Seperti dilansir Reuters, Senin (29/4/2019), kepolisian setempat dan saudara perempuan Zahran, Mathaniya, menyebut bahwa istri dan seorang anak perempuan Zahran ada di lokasi saat penggerebekan terjadi. Keduanya mengalami luka-luka saat terjebak baku tembak antara militan dan aparat keamanan Sri Lanka.

“Iya, istri dan anak perempuannya (Zahran-red) luka-luka dalam serangan,” sebut Mathaniya dalam keterangan kepada Reuters, merujuk pada baku tembak yang terjadi saat penggerebekan.
Mathaniya sendiri diketahui berada di Kattankudy, kota asal Zahran, saat penggerebekan terjadi. “Saya diminta datang untuk mengidentifikasi mereka, tapi saya tidak yakin saya bisa datang,” imbuhnya.

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, menyebut istri dan anak Zahran sedang menjalani perawatan medis. “Wanita itu (istri Zahran-red) dan anak perempuannya yang berusia 4 tahun kini dirawat di rumah sakit pemerintah,” ucap Gunasekera kepada AFP.

Tidak diketahui pasti ada berapa orang di dalam rumah persembunyian yang digerebek pada Jumat (26/4) lalu. Selain 15 orang tewas, sejumlah orang lainnya dilaporkan luka-luka dalam penggerebekan itu. Kepolisian setempat menyebut mereka yang luka-luka sebagai kerabat Zahran.

Zahran yang memiliki nama lengkap Mohamed Hashim Mohamed Zahran disebut otoritas Sri Lanka sebagai dalang utama rentetan bom Paskah pada Minggu (21/4) pekan lalu. Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, telah memastikan Zahran tewas dalam ledakan di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu target serangan.

Otoritas Sri Lanka dalam pernyataan sebelumnya menyebut 15 jasad ditemukan dari rumah persembunyian di Kalmunai. Tiga jasad pria pengebom bunuh diri yang meledakkan diri saat penggerebekan, ditemukan di dalam rumah tersebut. Kepolisian setempat juga menyebut tiga ledakan bom bunuh diri itu juga menewaskan tiga wanita dan enam anak-anak yang jasadnya ada di dalam rumah yang sama. Tiga pria lainnya tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan Sri Lanka.

Dari 15 orang yang tewas dalam penggerebekan, tiga orang di antaranya telah dikonfirmasi sebagai saudara laki-laki dan ayah Zahran, oleh Kepolisian Sri Lanka. Dua saudara laki-laki Zahran disebut bernama Zainee Hashim dan Rilwan Hashim, sedangkan ayahnya bernama Mohamed Hashim.

Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) yang dipimpin Zahran ada di balik rentetan bom Paskah. NTJ diyakini dibantu oleh jaringan internasional dalam aksinya. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Keterkaitan antara Zahran dan NTJ dengan ISIS tengah diselidiki secara mendalam oleh otoritas Sri Lanka. Perburuan terhadap orang-orang yang terlibat aktivitas ISIS tengah digencarkan oleh otoritas keamanan setempat.

(nvc/dhn)