AS Kian Prihatin Akan Meningkatnya Pengaruh China di Dunia

WashingtonPemerintah Amerika Serikat kian prihatin akan langkah-langkah China untuk memperluas pengaruhnya di seluruh dunia lewat cara-cara militer dan ekonomi.

Dalam laporannya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon menyatakan, China saat ini tengah bekerja untuk melampaui jumlah personel militer AS yang berada di Indo-Pasifik dan menggantikan AS sebagai kekuatan utama di wilayah itu.

“Departemen prihatin dengan tindakan-tindakan yang telah diambil pemerintah China yang tidak sejalan dengan norma-norma internasional, mengurangi kedaulatan negara-negara, atau merusak keamanan Amerika Serikat, sekutu-sekutu kita, atau mitra-mitra kita,” demikian laporan Pentagon seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (16/1/2019).

“China saat ini memiliki sebuah pangkalan militer di Djibouti dan diperkirakan akan membuka lebih banyak lagi di negara-negara lain, memungkinkan mereka untuk mempertahankan operasi di luar negeri dan membuat koridor ekonomi strategis berisiko,” demikian laporan Pentagon.

Laporan Pentagon itu juga menyebut bahwa inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang meski merupakan upaya ekonomi China, namun juga merupakan alat kebijakan luar negeri yang digunakan oleh negara itu untuk mencegah negara-negara lain berbicara menentang atau melawan Beijing mengenai masalah-masalah yang dianggapnya sensitif.

Hal yang sama disampaikan mengenai proyek Jalan Sutra Digital Abad ke-21, yang oleh Presiden China Xi Jinping telah dicanangkan bersama dengan OBOR.

“Sembari memberikan manfaat kepada negara-negara tuan rumah, proyek-proyek ini juga akan memfasilitasi upaya China untuk memperluas kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi, mempromosikan standar teknis nasional yang unik, memajukan tujuannya untuk transfer teknologi, dan berpotensi memungkinkan sensor bermotivasi politik,” kata Pentagon dalam laporannya yang dipublikasi pada Senin (14/1) waktu setempat.

“Inisiatif OBOR juga dapat membantu meningkatkan keunggulan militer dengan memungkinkan akses Angkatan Laut China ke daerah-daerah seperti Samudera Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Atlantik, yang semuanya jauh dari daratan China.

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa peningkatan kegiatan global oleh Beijing telah dimanfaatkan untuk mendapatkan pengaruh politik di negara-negara lain, dengan mengutip 17 contoh di mana investasi China di luar negeri menyebabkan efek negatif pada ekonomi negara-negara tuan rumah.

Bahkan, disebutkan Pentagon, dalam beberapa kasus, China menggunakan “paksaan ekonomi untuk mencapai tujuan politik tertentu”.

Meski Departemen Pertahanan AS menekankan bahwa tidak semua kegiatan Beijing merupakan masalah, namun Pentagon akan merespons dengan membangun kekuatan yang lebih mematikan untuk mendapatkan keuntungan militer, memperkuat sekutu dan mitra, dan berpotensi mereformasi departemen.
(ita/ita)