AS Imbau Warganya Tak Kunjungi Venezuela

Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau setiap warganya untuk tidak bepergian ke Venezuela yang sedang dilanda krisis berkepanjangan. Disebutkan adanya risiko ditangkap dan maraknya tindak kriminal yang mungkin bisa melanda warga AS di Venezuela.

Ditambah, adanya keterbatasan kemampuan Kedutaan Besar AS untuk membantu warga yang terkena kasus di Venezuela.

“Jangan bepergian ke Venezuela karena risiko tindak kriminal, kerusuhan sipil, infrastruktur kesehatan yang buruk dan penangkapan dan penahanan warga negara AS secara sewenang-wenang,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam imbauan perjalanan terbaru yang dirilis pekan ini, seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019).


“Ada kekurangan pangan, aliran listrik, air bersih, obat-obatan dan suplai medis di sebagian besar wilayah Venezuela,” imbuhnya.

Venezuela menjadi satu-satunya negara di Belahan Bumi Barat yang mendapat peringatan perjalanan ‘level 4’ oleh Departemen Luar Negeri AS. Level itu sama seperti negara yang dilanda konflik seperti Suriah dan Yaman.

Namun demikian, warga AS tidak dilarang bepergian ke Venezuela jika memang sangat mendesak.

Diketahui bahwa Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menetapkan peringatan perjalanan ‘level 3’ untuk Venezuela yang berarti warga AS harus mempertimbangkan kunjungan ke sana.

Imbauan perjalanan ini dirilis setelah pemerintahan AS terus menekan Presiden Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri. Venezuela sedang dilanda keruntuhan ekonomi dan marak aksi protes di jalanan. Beberapa waktu lalu, pemerintah AS mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai Presiden interim Venezuela.

AS juga menolak perintah Maduro untuk menutup Kedutaannya di Caracas. Namun AS menarik pulang sejumlah staf beserta keluarganya demi alasan keamanan. Imbauan perjalanan yang baru dirilis ini menyebut AS ‘memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat’ di Venezuela.

(nvc/dhn)